Petani di Pulau Salat

Kolaborasi Petani Swadaya Bersertifikasi RSPO Dukung Konservasi Orangutan di Pulau Salat

FORTASBI – Komitmen terhadap kelestarian lingkungan ditunjukan petani atau pekebun swadaya bersertifikasi RSPO. Bersama pendamping dari PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), para pekebun yang berada di Kalimatan Tengah, menunjukkan kepeduliannya terhadap konservasi orangutan melalui dukungan nyata pada program pra-pelepasliaran orangutan di kawasan konservasi Pulau Salat.

Dukungan tersebut merupakan bentuk nyata bahwa praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Melalui pemanfaatan insentif sertifikasi RSPO, pekebun swadaya berkontribusi dalam penyediaan pakan orangutan serta mendukung keberlangsungan proses rehabilitasi sebelum satwa tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Keterlibatan pekebun swadaya dalam program ini menjadi bukti bahwa sertifikasi RSPO tidak hanya mendorong penerapan praktik budidaya kelapa sawit yang bertanggung jawab, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi satwa liar. Melalui kolaborasi ini, pekebun turut berperan menjaga keseimbangan antara produktivitas perkebunan dan perlindungan ekosistem.

Sinergi antara pekebun swadaya dan pendamping diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi. Dukungan terhadap konservasi orangutan merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia sekaligus mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.

“Tidak hanya berbicara mengenai sawit, tetapi pekebun swadaya diajarkan juga bagaimana bertanggung jawab terhadap ekosistem yang berkelanjutan melalui program pra pelepasliaran orangutan di Pulau Salat ini”, ungkap Choirul Fuadi selaku Direktur Bumdes Berkah Mulya Jaya.

Hilda Aristya, ketua kelompok pekebun swadaya bersertifikasi RSPO menyampaikan, keterlibatan pekebun dalam kegiatan konservasi merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian alam di sekitar wilayah perkebunan.

“Sebagai pekebun swadaya bersertifikasi RSPO, ini kali kedua saya diberikan kesempatan untuk bisa secara langsung hadir dan belajar terhadap kelanjutan ekosistem khususnya di industri kelapa sawit,” kayanya.

Ia mengatakan., keberlanjutan bukan hanya tentang menghasilkan sawit yang bertanggung jawab, tetapi juga menjaga hutan dan satwa yang hidup di dalamnya. Dukungan kami pekebun swadaya melalui Bumdes Berkah Mulya Jaya terhadap konservasi orangutan di Pulau Salat merupakan bentuk kepedulian agar generasi mendatang masih dapat menikmati kekayaan hayati khususnya di Kalimantan Tengah.

Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Angga sanggraha mengungkapkan jika penting untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan perusahaan.

Melalui kolaborasi dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), pekebun swadaya bersertifikasi RSPO, serta para pemangku kepentingan lainnya, kami ingin memastikan bahwa upaya konservasi orangutan berjalan seiring dengan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keberhasilan industri tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Fandi Febriansyah selaku pendamping Bumdes Berkah Mulya Jaya menegaskan, keberhasilan konservasi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pekebun swadaya sebagai bagian penting dari rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan.

Ia menegaskan, pihaknya percaya keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi. Keterlibatan pekebun swadaya dalam kegiatan konservasi menunjukkan bahwa praktik perkebunan yang bertanggung jawab dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga habitat dan kelangsungan hidup orangutan.

“Sebagai pendamping, kami mendorong semangat tim ICS untuk terlibat langsung dalam kegiatan konservasi,” katanya.

Selain mengikuti kegiatan pemberian pakan, para pekebun juga memperoleh edukasi mengenai tahapan rehabilitasi orangutan, pentingnya menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV), serta upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.

Edukasi tersebut diharapkan semakin memperkuat pemahaman pekebun mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar areal perkebunan.

Para petani swadaya bersertifikasi RSPO terus membuktikan bahwa keberhasilan sektor kelapa sawit tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kontribusinya dalam menjaga habitat dan kelangsungan hidup spesies yang dilindungi. Termasuk orangutan di kawasan konservasi Pulau Salat.

| Rekomendasi Untuk Anda