FORTASBI – Sertifikasi keberlanjutan Roundtable on Sustainable Palm Oil, terus memberikan dampak nyata bagi perkembangan dan kesejahteraan petani sawit swadaya.
Hal ini dibuktikan Perkumpulan Pekebun Swadaya Mitra Hindoli (PPSMH), yang berada di Desa Gunung, Sungai Lilin, Musi Banyuasin Sumatera Selatan, secara bijak mengalokasikan dana kredit RSPO untuk kemajuab petani dan lembaga.
Group Manager PPSMH M.Syarif hidayatullah ritonga menegaskan, dengan komitmen kuat terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, sertifikasi telah mendorong kelompok tani membawa perubahan.
Dengan total anggota sebanyak 557 petani swadaya dan mengelola lahan perkebunan seluas 1.415 hektar secara berkelanjutan, pihaknhya memproduksi 32.561 Metrik Ton (MT) Tandan Buah Segar setiap tahunnya dengan terus menerapkan produksi sesuai prinsif dan kreteria sertifikasi.

Dengan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan ini, lanjut Syarif, tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga mendatangkan insentif finansial yakni kredit RSPO sebesar Rp 969.226.230.
Dana segar tersebut, dikelola secara strategis, transparan, dan dikembalikan sepenuhnya untuk kesejahteraan anggota serta pengembangan infrastruktur desa pada 14 kelompok tani anggota, mulai untuk kas hingga jalan produksi, dan penguatan sumber daya manusia.
PPSMH menggelontokan, Rp 720 Juta untuk pembangunan jalan produksi sebagai bentuk insentif atas jerih payah mereka menerapkan praktik sawit berkelanjutan kepala 12 kelompok tani.
“Perbaikan ini diyakini akan memangkas biaya transportasi dan mempercepat pengiriman panen,” katanya.

Selain pembangunan jalan produksi, petani juga mendapatkan menerima manfaat dalam bentuk pembagian paket sembako. Serta santunan keagamaan sebesar Rp 5 juta.
Untuk ketahanan keuangan koperasi, pengurus secara bijak mencadangkan dana sebesar Rp 500 Juta sebagai kas simpanan koperasi, yang juga akan digunakan untuk investasi masa depan dengan peningkatan SDM generasi muda sawit.
” PPSMH akan memfasilitasi anak-anak dari para anggota, serta jajaran pengurus, untuk mengikuti berbagai pelatihan di bidang kelapa sawit. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya regenerasi petani dan produktivitas tetap terjaga,” ujar.















