FORTASBI – Di pedalaman Kabupaten Ketapang, Kalimantan Bara, tepatnya di Dusun SP 2 Ibul Baru, Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, ada gerakan yang memberikan dampak dan makna dari perkebunan petani sawit swadaya.
Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang (PPSK) membuktikan, keberadaan kelompok petani sawit swadaya bisa membawa dampak luar biasa, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi masa depan warga dan alam sekitarnya.
Kelompok yang telah menjadi rumah bagi 1.128 orang petani dengan total bentangan lahan mencapai 2.329,58 hektare. Kekuatan PPSK digerakkan oleh gabungan 12 kelompok tani dan mengantongi sertifikasi RSPO, terus berupaya menerapkan proses teknis dan pengelolaan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan.
PPSK yang resmi didirikan pada 11 November 2022, digerakkan dengan kekuatan oleh gabungan 12 kelompok tani dan koperasi dan CV ini, menyadari keberhasilan dari penerapan sawit berkelanjutan, manfaatnya harus mengalirkan bagi lingkungan sekitar.

Melalui dana kredit RSPO yang dialokasikan khusus untuk Smallholder Social Responsibility (SSR), PPSK telah menyerahkan dana sebesar Rp 132.000.000 kepada 12 anggota kelompoknya untuk disalurkan menjadi berbagai bantuan masyarakat. Bantuan tersebut menjadi urat nadi bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dana disalurkan untuk menghidupkan fasilitas belajar mengajar di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta digunakan untuk perbaikan atap sekolah. Tak hanya pendidikan, kesejahteraan warga juga diperhatikan lewat pembuatan tiang-tiang listrik, serta pengadaan berbagai bibit buah untuk menghijaukan area perumahan.
Kepedulian PPSK melampaui batas desa dan kebun. Pada bulan Juni 2026 ini, mengambil langkah konservasi yang menyentuh dengan mengadopsi 10 ekor orang utan yang dikelola oleh Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation. Selain itu, terdapat tambahan 1 ekor orang utan yang diadopsi secara perorangan atas nama Sekretaris PPSK. Untuk langkah pelestarian ini, PPSK mengeluarkan dana adopsi sebesar Rp 10 juta.

Group Manager Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang menegaskan, langkah yang dilakukan oleh para petani di Ketapang ini adalah bukti nyata perkebunan sawit dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan.
“Kami ingin terus berkontribusi pada warga dan lingkungan. Langkah kecil ini, semoga bisa menginspirasi jika petani juga bisa menerapkan sawit berkelanjutan dan memenuhi standar lingkungan dan pengelolaan kebun. Dengan dukungan semua pihak kami ingin terus berkontribusi,” ujarnya.
















