Petani sawit swadaya

Pemerintahan Anyar Perlu Bangun Badan Pengelolaan Sawit Yang Lebih Efektif

FORTASBI – Kinerja Sektor sawit di Indonesia yang melibatkan 2,4 juta petani sawit swadaya dan jutaan pekerja lainnya, terus menjadi pendorong mendorong produk domestik bruto di sektor perkebunan. Tercatat, PDB Indonesia di Triwulan I 2023 bertumbuh di angka 5,03 persen.

Di mana, sumbangan devisa industri sawit mencapai USD 35,79 miliar atau Rp 500 triliun. Sawit juga menyumbang 3,2 persen kepada produk domestik bruto (PDB).

Indonesia sendiri bakal segera memiliki pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.

Di harapkan, pemerintahan anyar semakin memperkuat hilirisasi sektor kelapa sawit.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menyatakan, Indonesia berpeluang menjadi raja green fuel di dunia.

Namun, tegas ia, pemerintah perlu membentuk Badan Sawit Indonesia yang lebih efektif.

Saat ini terdapat 17 kementerian/lembaga pemerintah yang mengurusi sawit sebagai satu komoditas, sehingga dinilai memunculkan tumpang tindih kebijakan antarkementerian atau lembaga tersebut yang dampaknya justru merugikan industri kelapa sawit.

“Ibaratnya dampak dari 17 kementerian ini lego jangkar, sehingga kapal ini tidak bergerak. Makanya dibutuhkan badan khusus sawit ini supaya bisa cepat bergerak dan menghilangkan tumpang tindih regulasi,” katanya dikutip Antara.

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) berharap kepada Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang baru untuk mendukung terus program biodiesel sebagai bagian transisi energi terbarukan.

“Regulasi program biodiesel bisa lebih solid dan tidak menimbulkan multitafsir. ntuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang, kami berharap nanti regulasi untuk semua kepmen bisa lebih form dan solid, agar tidak terjadi interpretasi yang berbeda-beda,” kata Sekjen APROBI Ernest Gunawan.

| Rekomendasi Untuk Anda