Kegiatan menanam pohon koperasi makarti.

Koperasi Makarti Membangun Kebun Agrowisata dan Ruang Terbuka Hijau

FORTASBI – Peran aktif petani sawit swadaya dalam penyelamatan dan pemeliharaan lingkungan berkelanjutan, telah ditunjukan Koperasi Serba Usaha Makarti, yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Para petani, mengubah lahan yang awal berupa kawasan semak belukar, menjadi kebun agrowisata dan ruang terbuka hijau, dengan penanaman berbagai pohon buah-buahan.

Langkah yang dilakukan para anggota Koperasi Makarti diharapkan semakin meningkatkan udara bersih di Desa Sidomulyo. Apalagi jika pohonnya berbuah, hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi.

Paling tidak, dengan menanam banyak pohon buah, diharapkan mampu menciptakan ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu penghasil oksigen atau udara bersih bagi masyarakat

Selain menaman pohoh, dan menbangun kawasan agrowisata, koperasi tetap mementingkan peningkatan kesehatan masyarakat dengan memberikan dukungan pada program Posyandu Desa Sidomulyo, dengan menyalurkan bantuan berupa makanan bayi dan gizi kepada ibu-ibu Posyandu.

Dukungan pada posyandu merupakan salah satu upaya, petani sawit swadaya, dalam pencegahan stunting pada anak di Desa Sidomulyo.

Di mana, misalnya, setiap bulannya para kader melaksanakan kegiatan posyandu dan sosialisasi kepada ibu hamil untuk pencegahan dicegah.

Dalam hal keberlanjutan kebun dan menjaga keanekaragaman hayati, Koperasi menggunakan dana yang didapat dari untuk membangun gupon atau tempat tinggal bagi burung.

Gupon menjadi salah pilihan atau cara petani untuk mengurangi hama yang sering mengganggu kelapa sawit yakni tikus.

Selama ini, serangan hama tikus pada kelapa sawit dapat menimbulkan kerusakan yang fatal sehingga diperlukan upaya preventif. Pemasangan gupon sebagai langkah pengendalian agar hasil produksi kelapa sawit kualitas maupun kuantitas terjaga.

| Rekomendasi Untuk Anda