Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera terima insentif.

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Berbagi 320 Paket Lebaran dan Asuransi Kesehatan

FORTASBI – Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera yang berada di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terus memberikan dampak nyata pada petani sawit yang bersertifikat.

Menjelang Idul Fitri 2026, Koperasi memberikan 320 paket lebaran dengan tiap paket Rp 120 ribu, yang berisi bahan pangan dan makanan ringan. Selain itu, juga penyerahan dan atau pembayaran polisi asuransi kesehatan 331 petani RSPO.

Selain itu, koperasi memberikan insentif langsung pada anggota sebesar Rp 155.155.700 pada anggota.

“Ini adalah sisa insentif 2025 yang belum terbagi, atau pembagian insentif 2025 tahap 2,” kata Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Jamaluddin.

Ia menegaskan, pembagian ini merupakan salah satu cara agar manfaat sertifikasi dirasakan langsung oleh petani. Selain itu, dengan adanya asuransi Kesehatan masyakat bisa tambah produktif dalam menjaga sawit keberlanjutan.

Secara keseluruhan Koperasi berhasil mencatat omzet kotor sebesar Rp 29.422.635.494 sepanjang Tahun Buku 2025. Angka tersebut melampaui target yang sebelumnya ditetapkan dalam rencana anggaran koperasi sebesar Rp 28.573.765.406.

“Tahun 2025 kita berhasil mencapai sekitar 102 persen dari target omzet yang telah direncanakan,” ujar Jamaluddin

Ia menegaskan, tanpa kerja keras tim pengelola dan dukungan luar biasa dari anggota, sulit rasanya bagi pengurus mencapai capaian seperti saat ini. Tercatat, pada awal tahun, jumlah anggota tercatat sebanyak 1.129 orang, kemudian bertambah 122 anggota baru sepanjang tahun berjalan.

Sementara itu terdapat 14 anggota yang keluar, baik karena meninggal dunia, pindah domisili, maupun memilih bergabung dengan koperasi lain. Dengan demikian, jumlah anggota hingga akhir Tahun Buku 2025 mencapai 1.223 orang.

Pertumbuhan anggota tersebut turut diikuti oleh peningkatan luasan lahan yang dikelola oleh anggota koperasi. Pada tahun sebelumnya, total luasan kebun anggota tercatat sekitar 3.462 hektare, kemudian meningkat menjadi sekitar 3.973 hektare pada akhir tahun 2025.

“Peningkatan luasan lahan ini turut memperkuat potensi produksi tandan buah segar (TBS) anggota serta memperbesar peluang pengembangan berbagai unit usaha Koperasi,” katanya.

Koperasi Belayan Sejahtera sendiri saat ini mengelola berbagai unit usaha yang mendukung kegiatan ekonomi anggota, antara lain unit usaha perdagangan TBS, penyediaan sarana produksi pertanian (saprodi), jasa alat berat, bengkel dan sparepart, minimarket, coffee shop, pembibitan (nursery), hingga layanan pinjaman bagi anggota. Sinergi antarunit usaha tersebut dinilai mampu memperkuat perputaran ekonomi di lingkungan koperasi.

Selain kinerja usaha, koperasi juga mencatat sejumlah capaian penting di bidang kelembagaan. Pada Tahun Buku 2025, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera memperoleh penghargaan sebagai Koperasi Perkebunan Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara dalam rangkaian kegiatan Hari Tani Nasional yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Koperasi juga menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai koperasi yang berhasil memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) secara mandiri, sebuah capaian yang menunjukkan komitmen koperasi dalam menerapkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Tidak hanya di tingkat nasional, koperasi juga memperoleh pengakuan di tingkat internasional melalui peringkat B dari Carbon Disclosure Project (CDP), sebuah organisasi global yang mengelola sistem pengungkapan data lingkungan.

“Pencapaian ini menempatkan Koperasi Belayan Sejahtera sebagai salah satu koperasi yang mulai terlibat dalam sistem pelaporan lingkungan global,” ungkapnya.

| Rekomendasi Untuk Anda