Diskusi petani untuk meningkatkan SDM

Menolak Kalah di Rantai Pasok, Jejak Nyata Gotong Royong Petani Sawit Swadaya

FORTASBI – Arus Sungai Belayan terus mengalir melintasi Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, menjadi saksi bisu pasang surut denyut ekonomi warganya.

Jejak industri kayu dan hamparan pohon karet di masa lalu kini telah berganti hamparan kelapa sawit. Komoditas ini memang menawarkan harapan baru, tetapi di balik hijaunya kebun rakyat, ada jeratan ketergantungan. Petani memeras keringat merawat tanaman, sementara kendali atas pabrik, teknologi, hingga harga jual TBS digenggam pihak lain.

“Mereka menanggung risiko pada tahap produksi, sedangkan nilai ekonomi yang lebih besar tercipta setelah tandan buah segar diolah menjadi minyak sawit dan berbagai produk turunannya,” ungkap Jamaluddin, Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera.

Kenyataan pahit itulah yang melandasi 30 petani di Desa Muai bersepakat mendirikan koperasi pada 10 Juni 2002. Mereka sadar, mengandalkan kekuatan perseorangan di tengah keterbatasan modal, akses sertifikasi, dan monopoli pabrik pengolahan hanya akan menempatkan petani kecil di ujung rantai kerentanan.

 

Diskusi petani untuk meningkatkan SDM
Diskusi petani untuk meningkatkan SDM

 

Kolektivitas menjadi benteng pertahanan terakhir. Melalui wadah koperasi, petani tidak lagi bersuara lirih seorang diri. Petani swadaya yang berhimpun memiliki perlindungan hukum dan daya advokasi yang setara untuk mempertahankan hak atas lahan dan kesejahteraan.

Ketua Forum Petani Sawit Swadaya Sutiyana menegaskan, koperasi bukan sekadar urusan administrasi atau papan nama organisasi, melainkan wujud nyata gotong royong yang diterjemahkan ke dalam kekuatan ekonomi pedesaan.

Melalui kelompok yang solid, petani mampu menekan ongkos produksi lewat pengadaan bibit bersertifikat dan pupuk secara serentak. Lebih jauh, daya tawar mereka terangkat saat berhadapan dengan korporasi pembeli, sekaligus mempermudah proses sertifikasi keberlanjutan ramah lingkungan.

 

Diskusi petani untuk meningkatkan SDM
Diskusi petani untuk meningkatkan SDM

 

“Penerapan praktik budidaya berkelanjutan dan sertifikasi standar ramah lingkungan bisa dijalankan melalui pembelajaran antaranggota secara mandiri karena dikendalikan sepenuhnya oleh para petani melalui mekanisme yang transparan dan demokratis,” ujarnya.

Mimpi terbesar yang kini dirajut adalah membangun pabrik kelapa sawit milik anggota sendiri, agar gurihnya nilai tambah hilirisasi sawit kembali dinikmati secara adil ke meja makan petani.

Dari tanah Muai hingga pelosok perkebunan nusantara, pesan itu kian terang: keadilan ekonomi tidak pernah turun sebagai belas kasihan. Keadilan dibangun dari keringat para pekebun yang memilih Bersatu menatap masa depan untuk kesejahteraan di atas tanahnya sendiri.

| Rekomendasi Untuk Anda

Partner Kami

Partner Kami

Get Connected

©Yayasan FORTASBI Indonesia