FORTASBI- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mulya Jaya, yang berada di Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, terus meperlihatkan kinerja yang optimal dalam pengelolaan sawit berkelanjutan petani sawit swadaya di daerahnya.
Kerja keras pengurus BUMDES dan 506 pekebun kelapa sawit selama 2025 dalam menjaga dan mempertahankan prinsif dan kriteria pengelolaan sawi berkelanjutan diganjar dengan pemberian insentif tunai hasil penjualan atau kredit Book and Claim RSPO sebesar Rp 737 juta.

Ketua BUMDES Berkah Mulya Jaya Lamandau, Choirul Fuadi menyampaikan penyaluran insentif kepada para anggota, membuktikan bahwa keberhasilan dan konsistensi pekebun swadaya dalam mengikuti prosedur keberlanjutan yang telah ditetapkan.
Choirul mengatakan, dukungan atas pembelian kredit ini, memberi semangat pada petani swadaya, jika praktek berkelanjutan yang diterapkan selama ini merupakan jalan terbaik menuju peningkatan kesejahteraan dan pengelolaan lingkungan dengan baik.

Pihaknya, kata Choirul, mendapatkan kredit dari buyer Nestle sebesar Rp 1.748.940.171. Di mana, distribusikan untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp 33.138.000, untuk smallholder social responsibility Rp 16.569.138, serta kas usaha sebesar Rp 41.422.846.
Selain itu, dana juga digunakan untuk donasi konservasi orang utan Rp15 juta serta 5 juta untuk hutan desa. Para pekebun selaku anggota sawit berkelanjutan BUMDes mendapatkaan porsi terbesar yakni Rp 737.326.659 atau meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya.
“Ini merupakan periode ketiga BUMDes melakukan penjualan kredit. Kami berharap, dukungan dari buyer untuk tetap membeli kredit petani, sebagai bagaian dari ketelusuran dan pengelolaan kebun swadaya agar sesuai permintan pasar,” ujarnya.

Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid yang menyaksikan langsung penyerahan insentif menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Mekar Mulya, dan seluruh jajaran pengurus BUMDES Berkah Mulya Jaya.
Pemberian insentif menurutnya, langkah progresif desa dalam mengelola potensi perkebunan sehingga mampu memberikan nilai tambah nyata bagi para anggotanya.
“Dana insentif ini bukan sekadar soal nilai ekonomi atau nominal uang yang diterima. Ini adalah bentuk penghargaan atas kepedulian petani terhadap aspek lingkungan. Insentif ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat secara produktif,” ujar Wabup.
Ia berharap, program ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan serta menjadi percontohan bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Lamandau.

“Dengan menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan kelestarian alam, Kabupaten Lamandau optimis dapat mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” imbuhnya.
Selain Wabup Lamandau, kegiatan ini juga dihadiri Camat Sematu Jaya, Kepala Desa Mekar Mulya, serta tim pendamping dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, PT Ecogreen dan Ketua dan Pengurus BUMDes Berkah Mulya Jaya Lamandau serta para pekebun Kelapa sawit selaku penerima insentif.
















