FORTASBI – Di tengah medan yang keras dan tantangan yang melanda petani sawit swadaya di Kabupaten Kutai Kartanegara, akhirnyakerja keras terbayar. Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera menjadi koperasi pertama yang mendapatkan sertifikat RSPO di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera berdiri sebagai pionir keberlanjutan dalam industri kelapa sawit, berharap menjadi sumber inspirasi bagi masa depan yang lebih cerah,” ujar Group Manager Koperasi Perkebunan Belayanan Sejahtera Jamaluddin pada FORTASBI.
Ia memaparkan, untuk mendafatkan sertifikasi keberlanjutan di Dataran Sungai Belayan, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera bangkit dihadapkan pada berbagai rintangan yang menguji tekad dan ketahanan para petani sawit swadaya setiap hari. Akhirnya, koperasi ini menegaskan keberadaannya sebagai pionir dalam membawa keberlanjutan ke industri ini.
Awalnya, Jamaluddin menceritakan, langkah-langkah menuju sertifikasi minyak sawit berkelanjutan bukanlah perjalanan yang mudah. Baik ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) maupun RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), setiap langkah yang harus ditempuh petani memunculkan tantangan besar.
“Namun kami tidak gentar. Memulai perjalanan dengan 157 petani dan luasan kebun mencapai 588 hektar pada tahun 2021, kami menggalang dukungan melalui program sosialisasi dan RAT (Rapat Anggota Tahunan) , sehingga berhasil memperoleh dukungan untuk program sertifikasi pada awal tahun 2022,”
Pada tahun 2022, lanjut ia, melalui pelatihan best management practice kepada 864 petani, kami bekerjasama dengan PT Planb Abler Nordic, membimbing para petani untuk memahami pentingnya tata kelola kebun yang baik dan benar, yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan menghormati hak asasi manusia.
Ia menegaskan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti masalah legalitas lahan dan pemahaman tentang fungsi kawasan.
“Kami terus berusaha memperbaiki situasi. Dengan komitmen untuk memperkuat sumber daya manusia melalui pelatihan dan investasi dalam kesehatan dan keselamatan kerja, kami tidak pernah menyerah,” katanya.
Pada bulan November 2023, lanjut ia, pihaknya kembali melibatkan 174 petani anggota baru dengan luasan lahan mencapai 725 hektar dalam sertifikasi RSPO. Peningkatan jumlah petani yang terlibat naik jadi 111 persen, mencapai total 331 petani dengan luas lahan 1.313 Ha lahan petani yang tersertifikasi.
Selain itu, pada tahun yang sama, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, juga memulai proses sertifikasi ISPO, menandai langkah lebih lanjut menuju keberlanjutan.
“Dengan 124 petani dan 461,29 Ha, kami menunjukkan komitmen yang tak kenal lelah terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan,” katanya.
Ia mengatakan, di balik semua pencapaian ini, keberadaan Sungai Belayan sebagai latar belakang yang memukau mengingatkan akan keindahan alam pedalaman Kutai Kartanegara.
“Sungai bukan hanya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai spesies unik, seperti pesut Mahakam dan buaya sumpit. Kehadiran beragam satwa liar ini menandai keanekaragaman ekosistem sungai yang perlu dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Ia memaparkan, terletak di hulu Sungai Mahakam, kantor operasional Kopbun Belayan Sejahtera berada kurang lebih 279 km dari titik nol Ibu Kota Negara Nusantara.
“Jarak yang jauh dari pusat pemerintahan menambah tantangan bagi upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan di sekitarnya,” ungkapnya.
Dalam perjalanan menuju keberlanjutan pada praktik pertanian kelapa sawit, Jamaluddin menegaskan, tidak bisa mengabaikan berbagai tantangan dan hambatan yang kompleks. Pihaknya, membuka pemahaman dengan menyusun sebuah matriks untuk merangkum dengan jelas beragam masalah yang dihadapi.
“Mulai dari legalitas lahan hingga hak asasi manusia, termasuk juga dalam aspek yang sensitif seperti ruang aman bagi perempuan dan anak-anak dari kekerasan dan pelecehan seksual,” ungkapnya.
Pada akhirnya, dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua anggota koperasi perkebunan belayan sejahtera.
“Sehingga keberlanjutan dalam praktik perkebunan kelapa sawit dapat terwujud dengan lebih baik,” katanya.
















