FORTASBI – Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit yang bernilai tambah adalah dengan mengolahnya melalui proses karbonisasi dan memanfaatkannya sebagai soil conditioner untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada perkebunan kelapa sawit.
Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenalkan inovasi pupuk dari tandan kosong kepada petani sawit di Jambi. Inovasi pupuk dari tandan kosong guna meningkatkan kesuburan tanah.
IPB saat ini digandeng oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam pemanfaatan tandan kosong sawit sebagai soil conditioner dapat meningkatkan efisiensi pemupukan lahan perkebunan kepada petani.
Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemupukan di perkebunan sawit adalah menggunakan biochar atau karbon dari tandan kosong kelapa sawit.
“Dengan demikian biaya pemupukan bisa berkurang 20 persen,” etua Pelaksana workshop pemanfaatan soil conditioner Prof Erliza Hambali.
Biochar hasil proses karbonisasi tandan kosong kelapa sawit dapat digunakan sebagai soil conditioner untuk meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada perkebunan kelapa sawit.
Saat ini sebagian besar tandan kosong sawit masih ditimbun atau dibakar di incinerator. Oleh sebab itu perlu dicari upaya pemanfaatannya yang lebih bernilai tambah tinggi. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia pada perkebunan kelapa sawit.
Penggunaan pupuk kimia di perkebunan kelapa sawit selain harganya yang mahal juga terbatas ketersediaanya.
IPB meyakini penggunaan biochar hasil proses karbonisasi tandan kosong memiliki keunggulan diantaranya menjaga kelestarian kandungan bahan organik dan hara dalam tanah pada lahan perkebunan sawit.
















