WhatsApp Image 2026-01-15 at 12.26.46 (1)

Kelompok Petani Swadaya Bangun Seranten Bagikan Perlengkapan Sekolah Bagi Suku Anak Dalam

FORTASBI – Kelompok Petani Swadaya Bangun Seranten menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk mengotimalkan dan mengevalusi kerja kerja petani sawit swadaya dalam proses penguatan keberlanjutan perkebunan sawit di Kecamatan Muaro Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Rabu 14 Januari 2026.

Dalam RAT ini dibarengi dengan pemberian atau pembagian insentif kepada anggota kelompok tani tahun anggaran 2025-2026, dan juga pemberian perlengkapan alat sekolah kepada anak-anak suku anak dalam (SAD), sebagai upaya program smallhoder social responcibility.

Perlengkapan sekolah yang dibagikan berupa tas, buku, pena, penggaris, sama pensil dengan jumlah anak suku anak dalam yang mendapatkan berjumlah 15 anak-anak.

Selain untuk pendidikan, dana kredit RSPO yang didapat Rp 440 jutanya dialokasikan untuk audit, menutup temuan, serta pembagian ke anggota berupa bahan pokok dengan dana per orang Rp 300 ribu.

Selain itu, akan dialokasokan untuk penanaman pohon di Lubuk Larangan dan serta Sempada Sungai, dengan total dana yang dialokasikan Rp 5 juta.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tebo Heru Purnomo mengapresisai kegiatan dan program yang dilakukan petani sawit swadaya.

“Alhamdulillah petani swadaya ini sudah memiliki sertifikat ISPO, terkait dengan sertifikat berkelanjutan kelapa sawit,” ujarnya.

Ia mengharapkan kelembagaan ini harus diperkuat baik secara kembangkan maupun sumber daya manusia dan kekompakan anggota,

Selain itu, diharapkan bisa mengakses program-program lainnya, seperti sarana dan prasarana atau peremanjaan sawit.

Ketua Kelompok Petani Swadaya Bangun Seranten Ikhwanudin menyampaikan, kegiatan pembagian kredit dan RAT dikuti anggota dari tiga desa yakni Tambun Arang, Pintas dan Bangun Seranten.

“Dengan kegiatan RAT ini, bisa menarik untuk petani-petani yang lain ikut berlembaga, demi sawit berkelanjutan,” katanya.

Kelompok ini dibentuk pada Januari 2022 dan mendapatkan ISPO pada Mei 2023. Jumlah anggota 212 petani sawit swadaya.

“Ini baru pertama kali kami mendapatkan kredit RSPO tahun 2025. Anggota sangat antusias. Kami akan terus memastikan berbagai program keberlanjutan dan peningkatan kapasitas serta berdampak pada anggota dan lingkungan,” katanya.

| Rekomendasi Untuk Anda