Pelatihan ISPO

Semangat APKSSM Ikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Sertifikasi ISPO

FORTASBI – Peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu program penting dalam sawit berkelanjutan, terutama bagi petani untuk mendapatkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil atau disingkat ISPO.

Para petani sawit se-Provinsi Riau, mengikuti kegiatan pelatihan ISPO pada tanggal 17-22 November, termasuk perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Mandiri (APKSSM) di Hotel Bono, Pekanbaru.

Pelatihan ini, dihadiri para sebanyak 142 petani sawit yang berasal dari 5 Kabupaten di antaranya, Kuantan Singingi, Siak, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, dan Pelalawan.

Staf PKSM Devi Kurniasari memaparkan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membekali para petani dengan pengetahuan mendalam tentang regulasi, prinsip, dan kriteria ISPO.

“Termasuk aspek berkelanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pelatihan, para petani dibekali dengan strategi dan praktik untuk meminimalkan dampak lingkungan dari aktivitas kelapa sawit, seperti konservasi lahan dan pengelolaan limbah.

Pelatihan ini juga, kata Devi, membantu para petani kelapa sawit dalam memperoleh sertifikasi ISPO, yang dapat meningkatkan nilai produk di pasar global.

“Sekaligus mendukung citra positif Indonesia sebagai produsen minyak sawit yang berkelanjutan,” katanya.

Materi disampaikan langsung oleh tim Tric Academy. Selain itu, petani juga diajak studi banding ke PTPN IV dan KUD Karya Dharma III.

“Di hari terakhir juga diadakan evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman para peserta pelatihan terkait materi ISPO yang telah di paparkan,” katanya.

| Rekomendasi Untuk Anda