Pembagian kredit RSPO.

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Jadikan Hari Tani Nasional Perkuat Sawit Berkelanjutan

FORTASBI – Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera yang menjadi koperasi pertama yang mendapatkan sertifikat RSPO di Kalimantan Timur, memperingati Hari Tani Nasional 2024, Selasa (24/9).

Koperasi yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang menjadi pioneer sertifikasi sawit berkelanjutan ini, membagikan insentif yang didapat dari kredit RSPO pada anggota.

Group Manager Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Jamaluddin memaparkan, dalam peringatan Hari Tani Nasional ini, pihaknya membagikan hasil kredit RSPO pada anggota berupa insentif sebesar Rp 217 juta untuk 331 petani sawit swadaya bersertifikasi.

Insetif itu, berupa bahan pokok seperti, beras dan minyak, serta lainnya. Selain itu, berkerjasama dengan perusahaan kelapa sawit, Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, membagikan kupon tandan kosong sebagai pupuk organik bagi para pekebun.

“Kami mendapatkan sekitar 13 ribu ton janjang kosong, yang akan dibagikan pada petani sawit swadaya. Di mana, untuk tiap satu hektar lahan petani dapat 10 ton jangkos,” ungkapnya.

Janjang kosong atau jangos ini merupakan limbah tandan buah sawit yang dihasilkan dari proses pengolahan di pabrik kelapa sawit.

Jangkos ini dijadikan sebagai pupuk organik yang disebar sekitar pohon sawit sebagai Langkah mengurangi pupuk kimia.

Ia mengatakan, dengan peringatan Hari Tani Nasional dan pembagian hasil kredit RSPO serta jangkos, semakin menguatkan petani untuk terus melakukan praktik sawit berkelanjutan.

Selain itu, mendorong petani untuk terus aktif dalam semua kegiataan kelompok serta mengajak petani lainnya untuk bergabung dan melakukan hal serupa.

“Momentum ini jadi ruang kampanye tata Kelola berkelanjutan bagi petani sawit swadaya,” katanya.

Ia memaparkan, dalam 2 tahun setelah sertifikasi, petani yang ingin lakukan praktik sawit berkelanjutan naik 100 persen.

Koperasi saat ini memiliki anggota 331 petani dengan luas area tersetifikasi dari sebelumnya 507 hektar menjadi 1.300 hektar.

“Ini jadi gambaran bagaimana praktek kampanye sawit berkelanjutan telah berdampak dan menambah niat ketertarikan petani pada proses sertifikasi,” ungkapnya.

Jamalludin mengatakan, langkah mempraktikan sawit berkelanjutan, telah mendorong produtivitas petani semakin meningkat.

“Produktivitas petani ini dibuktikan dengan hasil panen yang awalnya hanya 1,2 ton per hektar per bulan telah menjadi 1,8 ton per hektar per bulan. Ini ada peningkatan 600 kilogram per hektar. Dan ini akan terus kami tingkatnya dengan terus memberikan pelatihan dan pemantauan,” katanya.

Hari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 September, terutama oleh para petani di seluruh Indonesia. Tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu tahun 1960, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

| Rekomendasi Untuk Anda