KSU Pantun

KSU Pantun Sejahtera Menguatkan Komitmen Perkebunan Sawit Berkelanjutan

FORTASBI – Bagi petani, menjalankan dan mempertahankan perkebunan swadaya berkelanjutan tidaklah mudah. Dalam menjalankan program yang berkelanjutan petani harus mengeluarkan biaya ektra, selain untuk kebun garapannya.

Salah satunya yang dilakukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pantun Sejahtera, yang merupakan salah satu koperasi perkebunan kelapa sawit milik swadaya yang terletak di Desa Sri Pantun, Kecamatan Kombeng, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.

KSU Pantun Sejahtera memiliki komitmen untuk menerapkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dengan menerapkan standar sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Koperasi dan anggota yang telah tersertifikasi telah menerima dan merasakan premi RSPO.

Sertifikat RSPO yang diterima KSU Pantun Sejahtera, pada Juni 2022. Dan terus berusaha mempertahankan komitmen tersebut. Di mana, lahan perkebunan yang telah tersertifikasi seluas 459,9 hektar dengan jumlah anggota sertifikasi sebanyak 131 petani.

Paling tidak, KSU fokus pada beberapa program yakni memberikan subsidi pupuk dan atau pestisida. Besaran subsidi yang diberikan dari premi pertama RSPO untuk petani yaitu 35 persen dari total premi atau dana yang di dapat.

KSU Pantun Sejahtera mengklaim dana tersebut membuat petani merasa senang karena dapat mengurangi kekhawatiran petani terhadap harga pupuk yang begitu tinggi.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan pekerja yaitu dengan memberikan perlengkapan alat pengaman diri (APD) kepada seluruh pemanen anggota sertifikasi RSPO. Total APD yang disiapkan disesuaikan dengan jumlah pemanen yaitu sebanyak 35 orang pemanen.

Dana juga disalurkan untuk sosial dengan memberikan santunan berupa sembako kepada lansia dan anak yatim piatu diutamakan daerah lingkungan koperasi. Pemberian santunan tersebut bekerjasama dengan Kepala Desa Sri Pantun.

Lalu, memberikan pelatihan terkait pelaksanaan perkebunan berkelanjutan kepada petani dan pekerja. Serta pemasangan Pelang Amaran sebagai pengingat kepada pengurus, petani dan pekerja sertifikasi untuk selalu menerapkan perkebunan berkelanjutan

Dana juga dialokasikan KSU untuk perawatan beberapa infrastruktur seperti jalan area kebun sertifikasi, menjaga daerah aliran sungai yang masuk dalam kawasan lahan sertifikasi dengan cara memasang AMARAN serta memberi tanda batas pengelolaan kebun daerah aliran sungai.

Lalu, pemasangan dan perawatan gupon. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan serangan tikus yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan musuh alami yaitu burung hantu.

Bagi KSU, dana sertifikasi ini, utamanya dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan berkelanjutan diantaranya untuk kesejahteraan petani, pekerja, sosial dan lingkungan, agar petani sawit swadaya bisa bertahan dan bisa mendorong isu berkelanjutan.

| Rekomendasi Untuk Anda