FORTASBI – Keberlanjutan perkebunan kelapa sawit menjadi fokus utama dengan adanya petani swadaya yang memiliki sertifikasi RSPO. Salah satu upaya untuk mendukung pertumbuhan perkebunan tersebut adalah melalui penjualan Tandan Buah Segar (TBS).
Pada tanggal 5 Februari 2024, Cargill dan Perkumpulan Petani Swadaya Mitra Harapan (PPMH) menjalankan uji coba pembelian TBS bersertifikat RSPO di pabrik Paku Juang, Manis Mata, Ketapang, Kalimantan Barat. Proses uji coba ini melibatkan koperasi anggota Perkumpulan Petani Mitra Harapan (PPMH) KUD Sinar Beraduk Jaya, dengan transaksi harian sebanyak 15–20 ton TBS.
Yunita Widiastuti, Sustainability Lead untuk Cargill Tropical Oils, mengatakan, “Pembelian TBS bersertifikat di Paku Juang Mill adalah langkah uji coba untuk melibatkan petani sawit swadaya dalam rantai pasok produk segregasi.
Cargill berkomitmen penuh untuk mendukung perdagangan fisik produk TBS bersertifikat RSPO dari petani swadaya, dengan rencana membeli 100 persen TBS bersertifikat RSPO.
Sandi Priana, Manager PPMH, mengungkapkan rasa bangga serta syukur karena terpilih menjadi petani sawit swadaya yang dilibatkan oleh Cargill, dalam perdagangan fisik TBS bersertifikat RSPO.
“Ini tentu bukan sekedar hubungan jual beli, tetapi juga hubungan kemitraan jangka panjang untuk bersama-sama melakukan perbaikan dalam tata kelola kelapa sawit yang berkelanjutan. Dengan cara ini, petani sawit swadaya memiliki alternatif untuk memaksimalkan manfaat sertifikasi RSPO,” katanya.
Rukaiyah Rafik, Kepala Sekretariat Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) menegaskan, model perdagangan TBS bersertifikat secara fisik yang sedang diuji coba oleh Cargill, adalah model perdagangan ideal, terutama jika ingin menjawab soal traceability dan relasi kemitraan antara petani swadaya dan pabrik.
“Model ini harus menjadi alternatif untuk mendorong kemitraan yang erat dengan perusahaan dan juga memastikan produk bersertifikat RSPO dari petani swadaya terjual secara bersertifikat melalui supply chain yang bersertifikat, dan paling penting, model ini dapat menjadi contoh untuk penerapan regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR),” katanya.
Rencananya, selain dengan PPMH, Cargill akan melibatkan dua asosiasi petani swadaya bersertifikat RSPO lainnya dalam proses perdagangan TBS fisik, yaitu PPSK (Perkumpulan Petani Swadaya Ketapang) di Air Upas Ketapang, Kalimantan Barat, dan PPSMH (Perkumpulan Petani Swadaya Mitra Hindoli) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
PPMH adalah organisasi petani swadaya bersertifikat RSPO pada November 2023, dan saat ini sedang dalam proses sertifikasi ISPO dengan mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Cargill, IDH, JDE dan FORTASBI.
FORTASBI (Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia) adalah forum yang digagas oleh beberapa NGO dan organisasi petani kelapa sawit di Indonesia, pada tanggal 14 Agustus 2014 di Jambi. Forum ini sebuah wadah untuk meningkatkan kapasitas petani mandiri kelapa sawit menuju sertifikasi berkelanjutan.
Saat ini, FORTASBI memiliki 56 anggota dengan jumlah petani swadaya yang dibina mencapai 14.687 petani, dan jumlah lahan/kebun yang digarap mencapai 32.987 hektar dengan produksi TBS bersertifikat sebesar 1.043.417 ton per tahun, atau setara dengan 208.683 ton CPO per tahun.
Cargill berkomitmen untuk menyediakan makanan, bahan-bahan, solusi pertanian, dan produk industri untuk menutrisi dunia dengan cara yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Berada di jantung rantai pasokan, Cargill bermitra dengan petani dan pelanggan untuk mencari, membuat, dan mengirimkan produk-produk yang penting bagi kehidupan.
160.000 anggota tim Cargill, berinovasi dengan tujuan tertentu, menyediakan kebutuhan hidup yang penting bagi pelanggan sehingga bisnis dapat berkembang, masyarakat sejahtera, dan konsumen hidup dengan baik.















