kebun sawit

3 Tahapan Peta Jalan Wujudkan Industri Hilir Kelapa Sawit Versi Kemenperin

FORTASBI – Pada 2022, nilai ekspor minyak kelapa sawit atau CPO dan produk turunan Indonesia mencapai 41,32 miliar dolar AS pada 2022 dan volume ekspor berjumlah 35,52 juta ton. Sementara, nilai ekspor minyak sawit Indonesia pada 2017 mencapai 22,97 miliar dolar AS.

Kementerian Perindustrian tengah menyusun peta jalan untuk mewujudkan pengembangan industri hilir kelapa sawit melalui Sawit Indonesia Emas 2045 dengan menerapkan tiga tahapan.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan tahapan tersebut menggunakan skema Milestone 1, 2 dan 3 yang masing-masing memiliki interval target fokus selama 10 tahun. Pada, 2025 sampai 2034 di Milestone 1, Milestone 2 nantinya 2035 sampai 2044, dan seterusnya.

Tahapan Milestone 1 berfokus pada manajemen permintaan atau manajemen serapan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) agar tetap pada tingkat yang menghasilkan (remunerative). Inovasi produk pangan bernutrisi dari CPO juga difokuskan dalam tahap pertama ini untuk menjadi pangan bernutrisi guna mencegah stunting dan anti-wasting.

Selain itu bahan fungsional seperti oleochemical dan gen biofuel juga turut ditingkatkan kualitasnya, serta memantapkan implementasi wajib penggunaan biodiesel guna meminimalkan emisi gas rumah kaca (GRK). Selanjutnya perbaikan tata kelola kelapa sawit mulai dari hulu hingga hilir juga akan diterapkan melalui bantuan teknolog sistem informasi, serta memastikan keberlanjutan rantai pasok.

Selanjutnya, ada 2025 yang menjadi prioritas adalah domestic demand, innovation, anti-stunting, anti-wasting, juga sophisticated oleochemical product, dan bio net zero emission.

Sementara, tahapan Milestone 2 mulai berjalan pada tahun 2035, berfokus pada kontribusi CPO pada komitmen nol emisi karbon (net zero emission), asupan nutrisi masyarakat yang berbasis sawit meningkat signifikan, nilai siklus karbon produk hilir sawit berkurang, serta integrasi rantai pasok dengan tata kelola berbasis sistem informasi termasuk aspek fiskal, moneter, dan pengendalian penyediaan pangan.

Sedangkan untuk tahapan ketiga, berfokus pada nilai siklus karbon di Indonesia yang mencapai nol, penggunaan energi biomassa sebagai pencampur atau pengganti energi primer PLTU, kecukupan nutrisi masyarakat yang tinggi dari asupan produk pangan berbasis sawit, serta pengendalian alokasi pasar produk hilir sawit yang responsif, lincah dan berbasis industri 4.0.

Saat ini, hilirisasi kelapa sawit telah berhasil menciptakan 179 produk turunan sawit pada 2023, meningkat dari 54 jenis pada 2007.

| Rekomendasi Untuk Anda