Pupuk organik

Pupuk Organik dan Inisiatif Petani Swadaya Dalam Mitigasi Perubahan Iklim

FORTASBI – Di tengah hiruk pikuk isu perubahan iklim, seringkali peran petani sawit swadaya luput dari perhatian. Padahal, petani adalah aktor kunci dalam upaya mitigasi, terutama melalui potensi penyerapan karbon di lahan mereka.

Pohon kelapa sawit sendiri mempunyai fungsi seperti tanaman lain yaitu menyerap CO2 melalui fotosintesis. Namun, lebih dari sekadar penyerapan, ada potensi besar dalam praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan yang dapat meningkatkan simpanan karbon secara signifikan.

Berbagai cara telah dlakukan petani sawit swadaya dalam mitigasi perubahan iklim. Salah satunya adalah pemakaian pupuk organik dalam pengelolaan perkebunan.

Petani telah mengunakan limbah dari kotoran ternak yang dapat diolah menjadi pupuk organik (kompos atau biogas). Kompos ini menghasilkan emisi metana yang rendah dan meningkatkan kandungan karbon organik tanah. Kotoran ternak menjadi sumber pupuk organik berkualitas tinggi untuk kelapa sawit, meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi biaya pupuk anorganik.

Bahkan, gulma dan limbah padat perkebunan sawit (seperti pelepah dan tandan kosong) dapat juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Pada 2022, FORUM Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) melakukan kegiatan identifikasi pertanian regeeratif (regenerative agriculture) sebagai bagian dalam mitigasi perubahan iklim di perkebunan sawit swadaya. Program ini, terus diadopsi berbagai kelompok tani anggota layanan FORTASBI, sampai saat ini.

Mitiasi dilakukan di 13 Desa wilayah Forum Petani Swadaya Merlung Renah Mendaluh dan Asoiasi Petani Berkah Mandah Lestari. Adapun Desa tersebut antara lain: Desa Sungai Rotan, Desa Rantau Benar, Desa Pulau Pauh, Desa Lubuk Terap dan Desa Merlung untuk wilayah FPS-MRM.

Sedangkan untuk wilayah APBML Desa Taman Raja, Desa Pematang Tembesu. Desa Pelabuhan Dagang, Desa Gemuruh, Desa Tanjung Tayas, Desa Suban, Desa Lubuk Lawas dan Desa Lubuk Bernai.

Hasilnya, salah satunya penggunaan kotoran peternakan dan pemanfaatan limbah Kelapa Sawit untuk pupuk, mengurangi pengeluaran biaya pupuk, serta meningkatkan kuantitas hasil panen sawit. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan unsur hara tanah dan bahan organik tanah.

Pupuk organik berbasis limbah ini lebih aman, murah dan mendukung sistem pertanian yang lebih sehat serta berkelanjutan. Bahkan, cara pembuatan dan pengelolaannya sangat sederhana dan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar perkebunan.

Pemanfaatan limbah baik itu limbah sawit dan ternak sebagai pupuk organik, tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap iklim tetapi juga mendukung petani sawit berkelanjutan.

| Rekomendasi Untuk Anda