FORTASBI – Tawa riang dan rasa senang dirasakan anak-anak TK Al Muhajirin saat mereka menerima perosotan dan ayunan baru. Di balik keceriaan sederhana anak-anak ini, terdapat wujud kepedulian tulus dari para petani sawit swadaya yang bergabung di Perkumpulan Pekebun Sawit Ketapang (PPSK).
Kehadiran perkumpulan ini terus membuktikan, denyut nadi perkebunan tidak hanya menghasilkan tandan buah segar, tetapi juga mengalirkan manfaat dan merawat masa depan anak-anak di sekitarnya yang merupakan harapan bagi generasi mendatang.
Melalui Koperasi Produsen Berkah Manunggal Sejahtera, salah satu anggota kelompok PPSK, menyalurkan bantuan operasional sebesar Rp 4.000.000 serta seperangkat fasilitas bermain anak disalurkan langsung ke TK Al Muhajirin. Taman kanak-kanak ini berada di SP 3 Batu Tanda, Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Resmi berdiri sejak 11 November 2022, PPSK telah menjelma menjadi rumah besar yang menaungi 1.128 orang petani. Dengan kekuatan yang digerakkan oleh gabungan 12 kelompok tani yang mengelola hamparan lahan seluas 2.329,58 hektare, mereka berhasil mengantongi sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan (RSPO).
Mereka sangat menyadari, keberhasilan penerapan sawit berkelanjutan harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, hasil kredit sawit yang mereka dapatkan didedikasikan kembali untuk membangun dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.

Jejak kepedulian para petani ini tidak hanya berhenti di satu sekolah. Uluran tangan mereka juga menyentuh anak-anak di Sekolah Dasar Negeri 12 Air Upas, TK Pertiwi Desa Lembah Mukti, hingga Yayasan Darul Fatah. Sekolah-sekolah tersebut menerima suntikan dana sebesar Rp 5.000.000 hingga Rp 6.000.000 yang sangat berarti untuk membantu kelancaran operasional pendidikan.
Wujud komitmen dan tanggung jawab sosial yang mendalam, PPSK bahkan secara khusus mengalokasikan dana Smallholder Social Responsibility (SSR) dengan nilai total mencapai Rp 132.000.000. Dana yang tak sedikit bagi ukuran kelompok tani ini disalurkan melalui 12 anggota kelompoknya agar bertransformasi menjadi ragam bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Penyaluran bantuan sosial ini pun menjadi urat nadi yang terus menghidupkan semangat pengembangan SDM setempat.

“Kami terus berfokus untuk meningkatkan sumber daya manusia di desa. Masa depan anak-anak adalah kunci keberhasilan sawit berkelanjutan,” ujar Sudarto, Group Manager PPSK, dengan penuh optimisme.
Kisah dari Air Upas Ketapang ini menjadi pengingat manis jika dari sela-sela praktik sawit berkelanjutan, ada harapan untuk menguatkan pendidikan dan membuat anak-anak ceria di Sekolah.















