FORTASBI – Nilai Konservasi Tinggi (NKT) merupakan bagian dari prinsif dan kriteria petani sawit swadaya yang mengikuti sertifikasi ISPO maupun RSPO.
NKT sendiri adalah area yang memiliki nilai biologis, ekologis, sosial, dan budaya yang sangat penting.
NKT jangan hanya dipandang sebagai kewajiban atau keharusan dalam sertfikasi, namun sebagai perisai keanekaragaman hayati di tengah tantangan perubahan iklim yang nyata.
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah kunci dalam menyediakan berbagai jasa ekosistem lingkungan, membuat udara bersih, air jernih, penyerbukan tanaman, hingga stabilitas iklim. Sehingga penjagaan nilai konservasi tinggi (NKT) menjadi strategis dan krusia.

Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) mendorong pengelolaan NKT petani sawit swadaya secara optimal.
Tercatat sampai Juni 2025, area NKT yang dikelola angggota FORTASBI mencapai 121 kilometer kawasan konservasi sungai, 1.246 hektar kawasan konservasi sempadan sungai, kawasan konservasi gambut 485,24 hektar dan kawasan konservasi hutan 157,2 hektar.
Proses penting untuk menjaga NKT berarti mengidentifikasi, melindungi, dan mengelola area-area ini secara berkelanjutan agar fungsinya tetap terjaga sebagai bagian mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi peningkatan suhu global, cuaca ekstrem dan pada akhirnya optimalisasi lahan perkebunan.

Penjagaan NKT bisa dilakukan dengan beberapa hal misalnya, perlindungan keanekaragaman hayati, pelestarian ekosistem langka, pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal, restorasi lahan terdegradasi dan lainnya, yang bisa secara sederhana dilakukan petani sawit swadaya.
Bahkan, NKT yang terjaga dan terkelola dengan baik di perkebunan kelapa sawit, terutama milik petani sawit swadaya, bisa menjadi penyerapan dan penyimpanan karbon yang optimal yang secara akan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.
Investasi dalam perlindungan dan pengelolaan NKT adalah investasi untuk masa depan sawit Indonesia yang berkelanjutan dan kesejahteraan petani sawit berkelanjutan.
















