FORTASBI- Tahun baru jadi semangat baru bagi Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera yang berlokasi di Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Koperasi bersertifikat RSPO ini melakukan Grand Opening minimarket ‘Belayan Mart’, dengan tagline “Murah dan Sejahtera” pada 3 Maret 2024.
Pembukaan minimarket ini, bertepatan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi, yang memiliki anggota 1026 petani sawit swadaya dan 3.227 hektar lahan yang dikelola untuk sawit berkelanjutan sesuai sertifikat RSPO
Dalam operasional minimarket ini, sejumlah inisiatif dilakukan para petani ini yakni Belayan Mart berencana tidak akan menggunakan kantong belanja plastik serta memberikan peluang besar bagi produk lokal. Belayan Mart ingin berperan aktif dalam mendukung perekonomian lokal.
“Selain itu, koperasi juga merencanakan integrasi program RSPO dan implementasi European Union Deforestation and Degradation Regulation (EUDR) yang diusulkan,” ujar Group Manager Koperasi Belayan Sejahtera, Jamaluddin.
EUDR, kata ia, diharapkan tidak hanya meningkatkan keberlanjutan koperasi tetapi juga memberikan dorongan bagi petani swadaya yang berpartisipasi dalam program RSPO.

“Sebagai langkah konkret, koperasi terus memperbaiki sistem keterlacakan TBS untuk menghadapi peluang EUDR dengan lebih efektif, menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan,” katanya.
Dalam membangun minimarket ini, koperasi mengeluarkan dana mencapai Rp 450 juta. Di mana modal diambil dari 50 persen dari insentif RSPO dan 50 persen merupakan investasi anggota. “Ini untuk pembangunan gedung dan modal awal. Kami mengajak anggota berinvestasi dalam unit usaha ini,” katanya.
Ia menegaskan, inisiatif ini dilakukan karena kebutuhan anggota atas bahan pokok yang masih sulit terjangkau.
“Ini juga jadi ruang pemasaran bagi produk produk lokal yang selama ini tidak cukup terfasilitasi,” ungkapnya.
















