FORTASBI – Tanggungjawab sosial terus dikuatkan Koperasi Sawit Bangkit, di Desa Sukorejo, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Petani sawit swadaya yang sudah tersersertifikasi RSPO ini melakukan smallholder sosial responsibility dengan melakukan sunatan massal.
Pada tahun ini, Koperasi Sawit Bangkit Desa Sukorejo melakukan sunatan pada 24 anak di sekitar perkebunan kelapa sawit.
Khitanan masal ini menjadi salah satu program yang sudah ada dalam rencana kerja yang ditetapkan dalam Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2024.
Dalam sunatan ini, peserta juga mendapat bingkisan berupa sarung, baju, sandal, peci, celana sunat dan uang saku sebesar Rp 500 ribu.
Dana yang digelontorkan Koperasi Sawit Bangkit Desa Sukorejo untuk program ini sebesar Rp 85 juta dan mebdapatkan dukungan dari wings food.

“Kami ingin terus memberikan dampak dan tanggungjawab social kepada warga sekitar perkebunan dan petani anggota sawit berkelanjutan,” katanya ICS Koperasi Sawit Bangkit Amat Faozi pada FORTASBI.
Amat berharap, dan berbagai upaya praktik perkebunan baik ini sawit berkelanjutan akan terus memberikan manfaat juga memberikan kesejahteraan pada anggota dan masyarakat sekitar perkebunan dan memberikan masa depan bagi anak anak melalui smallholder sosial responsibility petani sawit swadaya.
Program smallholder sosial responsibility khitanan massal ini memberikan senyum Bahagia bagi anak anak dan orang tua karena mengurangi pengeluaran masyarakat.
Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) terus mendorong pemanfaatan terutama dari dana kredit RSPO untuk membangun kesejahteraan petani sawit swadaya dan juga dirasakan masyarakat sekitar perkebunan dengan program smallholder sosial responsibility terutama bagi generasi perkebunan baik berupa beasiswa ataupun kegiatan sosial lainnya.















