FORTASBI – Hasil survei dan identifikasi pra calon petani calon dan calon lokasi (CPCL) padi gogo diklaim bisa tertanam pada lahan 1.274 hektare di sela-sela kebun kelapa sawit pada tahun 2024.
Syaratnya, Kemenenterian Pertanian menerbitkan rekomendasi usulan program peremajaan sawit rakyat (PSR) petani sawit swadaya agar untuk menambah luas lahan tanam padi gogo.
Kementerian Pertanian (Kementan) melansir, menyebutkan potensi luas areal tanam padi gogo di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai lebih kurang 7.787 hektare.
“Sangat luar biasa 7.787 hektare di Kaltim potensi ditanami padi gogo,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Andi Nur Alam Syah saat melakukan tanam perdana padi gogo di lahan perkebunan kelapa sawit melalui program kelapa sawit tumpang sari tanaman pangan (Kesatria) di Desa Tajur, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser
Penanaman padi gogo pada lahan perkebunan kelapa sawit itu dilakukan bersama Kelompok Tani Bhineka Tunggal Ika II Desa Tajur.
Potensi luas areal tanam padi gogo di Kabupaten Paser sekitar 7.410 hektare untuk.memperkuat ketahanan pangan harus dimaksimalkan lahan kebun kelapa sawit dan kebun kelapa, atau lahan perkebunan lainnya yang belum menghasilkan.
Program Kesatria mendukung optimalisasi lahan perkebunan dan penambahan luas tanaman pangan, khususnya tumpang sisip padi gogo.
“Program itu untuk ketahanan pangan aman dan terkendali, serta optimalisasi lahan perkebunan dapat tercapai,” tambah Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan.Kementan Heru Tri Widarto dikutip dari Antara.
Pengawalan dan pengawasan kegiatan tanam padi gogo bakal terus dilakukan, lanjut dia, agar dapat tercapai sesuai target dan memastikan produksi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono menegaskan, hasil tanaman padi gogo untuk luas lahan satu hektare tidak sebesar dibandingkan produksi padi sawah, karena lokasi tanam di sela-sela kebun kelapa sawit atau di lahan kering.
Pemerintah mencatat, di tahun 2023, realisasi program PSR mencapai 53.012 ha, meningkat 72,35 persen dibandingkan capaian tahun 2022 yang sebesar 30.759 ha dengan penyaluran dana PSR di tahun 2023 mencapai Rp 1,5 triliun yang diberikan kepada 21.020 pekebun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti beberapa poin krusial dari rapat tersebut. Salah satunya terkait dengan realisasi program penanaman kembali atau replanting sawit yang hanya mencapai 30 persen dari target 180.000 hektar.
















