FORTASBI – Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2022, total perdagangan. Perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar 33,2 miliar dolar AS.
Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar 21,5 miliar dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar 11,7 miliar dolar AS.
Ekspor andalan Indonesia ke Uni Eropa pada 2022 adalah minyak kelapa sawit dan fraksinya, asam lemak monokarboksilat industri, batu bara, tembaga, dan alas kaki dengan bagian atas terbuat dari bahan kulit.
Sementara itu, impor utama Indonesia dari Uni Eropa adalah pipa dari besi dan baja, obat-obatan, vaksin, mesin pembuat bubur kertas, serta kertas atau karton daur ulang.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, pemerintah ingin segera merampungkan penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA) yang diharapkan rampung pada 2024 sebelum berganti periode pemerintahan.
Negosiasi dari perjanjian IEU CEPA masih berlanjut. Putaran ke-16 berlangsung pada 4-8 Desember 2023, diharapkan negosiasi selanjutnya dapat terlaksana Maret 2024.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden Ursula von der Leye telah bersepakat untuk menyelesaikan Perjanjian IEU CEPA sesegera mungkin.
“Kedua pemimpin negara ini sepakat karena kita sama-sama beranggapan bagi Indonesia, EU penting. Jadi tahun ini harus selesai, bayangkan perundingan 8 tahun yang begitu sulitnya, itu di-push harus selesai,” ucap Djatmiko.
Perjanjian dagang yang telah dibuat oleh Pemerintah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dengan kerja sama tersebut, pelaku usaha bisa mendapat berbagai keuntungan dan kemudahan.
“Kinerja perdagangan kita itu meningkat sangat signifikan dengan negara-negara yang sudah memiliki perjanjian dagang. Itu peningkatannya jauh lebih ekspansif dibanding dengan negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang,” katanya.
















