FORTASBI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan agar semua pihak mewaspadai potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera dan sebagian Kalimantan, hingga dasarian I bulan Agustus 2024.
Berdasarkan hasil pantauan satelit tim BNPB, secara umum di wilayah Indonesia bagian barat selama periode tersebut belum didapati sebaran awan penghujan yang memungkinkan kerawanan lahan terbakar masih tinggi.
Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) meminta 59 kelompok anggota layanan yang merncapai 16.394 petani swadaya, dengan luas area mencangku 39.427,26 hektar, untuk memantau kondisi kebun di saat musim kemarau ini.
Para petani, lanjut Sutiyana, diminta bersiaga dan jika menemukan titik api di kebun untuk segera melakukan pemadaman dengan cepat secara gotong royong.
“Yang paling penting adalah langkah pencegahan. Patroli kebun menjadi salah satu cara,” kata Ketua FORTASBI Sutiyana.
Sutiyana mengimbau masyarakat disekitar perkebunan juga terus diedukasi agar tidak sembarang melakukan pembakaran apapun di lahan kosong dekat perkebunan dalam kawasan hutan karena dapat memicu persebaran api kebakaran.
Ia mengatakan, para petani sawit swadaya jika konsisten menerapkan praktek perkebunan baik, dan menerapkan praktek sesuai sertifikasi RSPO atau ISPO, maka yakin perkebunan sawit swadaya bisa terhindar dari kebakaran lahan atau adanya titik api.
“Mari untuk melakukan berbagai pencegahan kebakaran, agar keberadaan perkebunan sawit swadaya berdampak baik bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
















