Pelatihan anggota APKSM untuk menanggulangi gulma pengganggu

APKSM Gelar Pelatihan Pengendalian Gulma Gunakan Herbisida Pengganti Parakuat

FORTASBI – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) ini berlokasi di Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimtan Tangah, terus menguatkan kapasitas petani untuk mengelola kebun secara optimal.

APKSM bekerja sama dengan PT NUFARM INDONESIA mengadakan pelatihan pengedalian gulma daun lebar dan gulma lain, yang menggganggu produktivitas tanaman kelapa sawit.

“Pelatihan imi, sebagai penguatan kapasitas petani untuk mengendalikan gulma daun lebar dengan herbisida pengganti parakuat yang tidak boleh dipergunakan sebagai anggota RSPO,” ujat Group Manajer APKSM Widodo.

Pelatihan dilaksanakan mulai tanggal 18-23 Mei 2024, kegiatan ini dilakukan di 5 desa wilayah kerja APKSM dan diikuti oleh perwakilan kelompok di wilayah masing- masin.

Ia mengatakan, pelatihan ini dilakukan untuk menjawab beberapa pertanyaan anggota APKSM yang mengalami kesulitan untuk menanggulangi gulma pengganggu yang sulit dibasmi menggunakan bahan aktif gliposat.

“Sehingga dengan pelatihan ini petani tidak lagi menggunakan herbisida berbahan aktif parakuat,” katanya.

Ia menegaskan, APKSM menggunakan dana penjualan kredit RSPO untuk memberikan pelatihan ini. Dengan itu, petani tidak akan terbebani oleh biaya pelaksanaan pelatihan.

“Disamping pelatihan, petani juga mendapatkan APD berupa apron yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penyemprotan,” katanya.

Widodo mengatakan, dengan adanya kredit RSPO, selain petani sawit swadaya mendapatkan pendampingan tentang budidaya yang baik, tapi juga tetap mendapatkan pelatihan yang bermanfaat bagi keberlanjuatan budidaya kelapa sawit.

“Peningkatan sumber daya manusia petani itu sangat penting. Karena dengan SDM terlatih, maka kesadaran akan keberlanjutan juga semakin kuat,” ujarnya.

| Rekomendasi Untuk Anda