FORTASBI- Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian memberikan pelatihan Budidaya Teknis Kelapa Sawit Angkatan III dan IV kepada 60 Pekebun.
BPDPKS dan Ditjenbun Kementan menggandeng LPP Agro Nusantara melakukan pelatihan selama lima hari di Kota Pekanbaru, 10-14 Juni pada petani di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi mengatakan, komitmen Pemprov Riau untuk memberikan pemberdayaan kepada petani sawit swadaya agar bisa lebih baik mengelola kebun.
Tercatat ada sebanyak 860 ribu kepala keluarga yang bergerak di sektor Perkebunan Kelapa Sawit atau 3,4 juta orang. Dengan penduduk Riau sekitar 6,7 juta makan lebih dari 50 persen lebih masyarakat bergantung kepada sawit.
Pemprov Riau berkomitmen menjadikan sawit ini sebagai sub sektor terbaik di Indonesia. Pasalnya 20 persen sawit Indonesia ada di Riau.
Untuk itu perlu, kata ia, peningkatan produktivitas yang di Malaysia 3,8 ton minyak mentah sawitnya per hektare. Sedangkan di Indonesia masih 3,2 ton, bahkan di kampung-kampung ada yang hanya 2,8 ton.
“Padahal pekerja di Malaysia itu dari sini, dari Selat Panjang dan Bengkalis. Keunggulannya Malaysia ada intervensi kebijakan pemerintah, seperti kalau ada ‘Indonesia Sustainable Oalm Oil’, di sana juga. Selain itu ada juga kebijakan kalau tak memenuhi kriteria perkebunan takkan dilayani administrasi kependudukan,” ujarnya.















