Lahan sawit.

Sejak 2022 Terjadi Pergeseran Ekspor Sawit

FORTASBI – Pada tahun 2021 ekspor sawit Indonesia mencapai 33,1 juta ton, dan di 2022 turun menjadi 31,9 juta ton. Tercatat, produksi 2022 terganggu larangan ekspor.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan, pergeseran itu terjadi sejak Mei 2022 yang pada saat itu India tidak mendapatkan sawit hasil kerja sama.

“Bayangkan buyer kita di India tiba-tiba tidak dikirim barang padahal sudah kontrak, mereka pasti nyari-nyari barang, pasti mencari supplier baru. Nah dampaknya sampai sekarang, salah satu supplier yang sudah siap itu adalah Vietnam,” ujarnya.

Secara tata kelola Vietnam mirip dengan Indonesia, namun negara tersebut mengeluarkan suatu kebijakan yang menyatakan lahan sawit tidak lagi di kawasan hutan.

“Sehingga akhirnya traceability-nya menjadi baik, RSPO-nya dapat, ISPO-nya juga dapat terpenuhi. Jadi akhirnya mereka masuk ke India, masuk ke Eropa bisa lebih bagus lagi,” katanya dikutip Antara.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mengatakan volume ekspor cenderung menurun karena pertumbuhan ekonomi negara pengimpor yang kurang baik.

“Dan suplai minyak nabati lain yang meningkat,” ujarnya.

| Rekomendasi Untuk Anda