Koperasi Belayan Sejahtera

Merdeka di Tanah Sendiri: Dari Bilik Sederhana Menuju Peta Global

FORTASBI – Ritme kehidupan petani sawit di akar rumput tidak selalu sebanding dengan ritme pasar luar negeri yang begitu memberikan pemasukan menggiurkan bagi industri. Petani hanya bisa menerima apa adanya, tanpa memiliki daya tawar yang berarti. Perkembangan kesejahteraan petani pun tampak lambat.

Namun, sebuah angin perubahan berhembus dari pelataran Desa Muai, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kertanegara. Hadir Koperasi Belayan Sejahtera, memberikan inspirasi sebuah kisah tentang bagaimana kemerdekaan sejati menuju kedaulatan atas pengetahuan dan ekonomi.

Perjalanan kelompok ini tidak dimulai dengan kemewahan, melainkan dengan sebuah kesadaran kolektif, petani tidak boleh selamanya menjadi penonton. Pada tahun 2022, Koperasi Belayan Sejahtera mengambil langkah berani dengan menapaki jalan sertifikasi perkebunan berkelanjutan melalui standar RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Di tahap awal, langkah
ini melibatkan 157 petani dengan merangkul sekitar 578 hektare kebun rakyat.

Perlahan tapi pasti, angka itu bertumbuh. Di fase berikutnya, jumlah petani yang bergabung melonjak menjadi 331 orang dengan luas kebun mencapai sekitar 1.331 hektare. Bagi Sebagian orang, sertifikasi mungkin dipandang sebelah mata sekadar sebagai tiket administrasi untuk memperoleh pengakuan pasar global. Semuanya dimulai dari sekretariat yang sederhana dan semangat anggota untuk menenuhi syarat pasar global.

Sertifikasi menuntut sebuah langkah nyata dan berliku di tingkat tapak, pendataan anggota yang teliti, pemetaan kebun yang presisi, pembuktian legalitas, ketertelusuran produksi dari hulu ke hilir, pengelolaan limbah yang bijak, perlindungan lingkungan hidup, penegakan keselamatan kerja, hingga pembentukan sistem pengawasan internal yang mandiri dan pengetahuan petani akan pengelolaan panen serta pascapanen pelan-pelan harus dipenuhi dengan berbagai tantangan.

Melalui proses yang melelahkan ini, Koperasi Belayan Sejahtera, mulai menguatkan pengetahuan yang selama bertahun-tahun hanya dilakukan oleh para pengusaha atau industri. Data mengenai kebun, jumlah produksi, profil anggota, kondisi lingkungan, hingga rantai pasok kini berada di dalam genggaman tangan petani sendiri.

Bagi Belayan Sejahtera seperti yang diungkapkan Group Manajer Koperasi Belayan Sejahtera Jamaludin, penguasaan data adalah bagian mutlak dari penguasaan ekonomi. Petani yang tidak mempunyai data hanya akan selamanya menjadi objek penjelasan pihak lain. Sebaliknya, koperasi yang menguasai data mampu merajut perencanaan, mengukur produktivitas, mengendus risiko, dan berdiri tegak dalam meja perundingan.”

Dari data sertifikasi manfaat dari kerja keras dalam sawit berkelanjutan. Pendapatan dari penjualan kredit RSPO dialokasikan secara visioner: memperkuat aset koperasi, membeli alat berat, membangun fasilitas desa, menopang sektor pendidikan dan kesehatan keluarga petani, memperbaiki infrastruktur jalan tani, hingga mengembangkan sumber penghidupan
alternatif. Insentif pasar global ini berhasil disulap menjadi ketahanan ekonomi yang berakar kuat di desa.

Belayan Sejahtera membuktikan bahwa kemerdekaan sejati tidak menunggu belas kasihan birokrasi. Jika pemerintah sungguh-sungguh ingin melihat petani Indonesia berdaulat, arahkan dukungan pada tempat yang tepat dengan biayai sertifikasi, percepat legalitas lahan mereka, perkuat ekosistem data desa, dan bangun infrastruktur produksi yang nyata.

Kini, Koperasi Belayan Sejahtera tampil dengan berbagai program untuk kesejahteraan petani sawit di Desa Maui. Petani bukan lagi ditempatkan pada posisi pasif, tetapi mereka membuka lahan dan pintu rumah untuk kemerdekaan atas hak atas ekonomi dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

| Rekomendasi Untuk Anda

Partner Kami

Partner Kami

Get Connected

©Yayasan FORTASBI Indonesia