Pelatihan APKSSM

APKSSM Latih Good Agriculture Practice ke 84 Anggota Anyar

FORTASBI – Peningkatan sumber daya manusia petani sawit swadaya menjadi salah satu poin penting dalam pengelolaan perkebunan sawit berkelanjutan. Hal ini demi memenuhi
Prinsip dan Kriteria RSPO yang sudah ditetapkan.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Mandiri (APKSSM) di awal April lalu, menggelar Training on Best Management Practices, pada 84 anggota baru.

APKSSM yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, terus meningkatkan serta menpertahankan penerapan sertifikasi RSPO sejak 2011, teranyar debgan melakukan Pelatihan Good Agriculture Practice anggota baru APKSSM, selama 2 hari.

Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar seluruh anggota baru memahami hak dan kewajiban sebagai anggota asosiasi.

Staf APKSSM Devi Kuniasasri mengatakan, dengan adanya pelatihan, seluruh peserta mengerti dan memahami materi-materi terkait RSPO, best management practice, NKT, pentingnya penggunaan APD, K3, penggunaan pestisida yang baik, perawatan kebun yang baik serta pengelolaan dan menjaga lingkungan.

“Nantinya diterapkan petani sawit swadaya menerapkan di kebun untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.

Selain itu, Devi menegaskan, seluruh peserta diberikan paparan mencegah perusakan lingkungan serta mengetahui terkait larangan penggunaan racun golongan 1A dan 1B.

“Juga didorong untuk mengetahui terkait larangan dan penggunaan pestisida berbahan aktif paraquat dalam pengendalian gulma di kebun,” katanya.

Pelatihan yang berlangsung di kelas dan di kebun diisi berbagai materi dan dukungan WWF Indonesia. Serta praktik pengendalian ulat api.

“Ulat api ini salah satu hama dan musuh bagi petani,” katanya.

| Rekomendasi Untuk Anda