FORTASBI – Perlindungan petani saat bekerja menjadi salah satu hal yang penting. Apalagi, di perkebunan sangat berpotensi terjadinya kecelakaan kerja.
Koperasi Produksi imba Harapan atau RH, sebuah organisasi petani kelapa sawit mandiri yang berlokasi di Desa Merarai Satu, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, sangat memperhatikan kondisi kerja petani.
Kondisi kerja yang aman dan nyaman, atau terlindungin memungkinkan produktivitas petani sawit swadaya semakin meningkat. Atas dasar itu, Rimba Harapan pada 31 Maret 2024, yang mengadakan agenda Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2023, berkomitmen terus melakukan perlindungan kerja petani sawit swadaya.
Rapat Anggota Tahunan yang dihadiri 120 anggotam terdiri 56 anggota aktif dan pengurus dan para tamu undangan Koperasi turut mengundang BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu pemateri untuk menyampaikan sosialisasi tentang pentingnya perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja.

Koperasi telah mendaftarkan 62 orang anggotanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dan telah diserahkan 62 kartu tanda peserta pada acara inti RapatAnggota Koperasi Produksi Rimba Harapan.
Lembaga yang dibentuk pada tanggal 19 Februari 2014 yang terdiri dari gabungan tiga kelompok Desa Merarai Satu, Desa Merarai Dua, Desa Kajang Barud dan Desa Kenyabur Baru ini berharap, keselamatan dan perlindungan kerja di perkebunan menjadi salah satu acuan yang biasa dilakukan petani sawit swadaya.
“Petani sawit harus terlindungi dan faham akan pentingnya keselamatan kerja,” kata Suratno Warsito Pengurus Koperasi Rimba Harapan.
Koperasi Rimba Harapan dibentuk dalam rangka membentuk kelompok petani kelapa sawit mandiri yang juga mendukung perkebunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Rimba Harapan diwujudkan melalui kerjasama berbagai pihak yaitu FASDA, WWF Indonesia, HSBC, SNV, Serikat Petani Kelapa Sawit, serta kelompok tani yang bersedia berperan aktif dalam segala hal.

Secara teknis, pembinaan organisasi dari WWF Indonesia sangat membantu Koperasi Rimba Harapan dalam praktik perkebunan ramah lingkungan dan berkelanjutan dan lalu menjadi Anggota Layanan FORTASBI.
“Agenda kedepannya yang akan dilakukan Koperasi adalah penambahan anggota RSPO dengan 100 lebih anggota dengan lahan seluas 140 lebih hektar kebun sawit swadaya,” katanya.
















