Pelatihan pemadam kebakaran APKSSM

20 Petani Swadaya APKSSM Perkuat Mitigasi Risiko Kebakaran Lahan di Musim Kemarau

FORTASBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagaian wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan pada pertengahan tahun 2026 ini.

Kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang dapat memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering, diproyeksi akan mulai berlangsung pada Juni 2026.

Menghadapi tantangan musim kemarau yang kerap membawa risiko kebakaran lahan, kelompok petani sawit swadaya tidak tinggal diam.

Pelatihan Pemadam Kebakaran APKSSM

Persiapan mitigasi dilakukan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Swadaya Mandiri (APKKSM) yang berpusat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Sekitar 20 petani yang tergabung dalam kelompok ini, melakukan peningkatan kapasitas dalam mitigasi dan antisipasi serta teknik atau cara pemadaman saat kebakaran lahan terjadi.

Kelompok yang sudah mendapatkan sertifikasi keberlanjutan ini, bukan hanya mendapatkan pelatihan pelatihan mengendalikan kebakaran lahan dan hutan. Namun, cara mematikan api jika terjadi kebakaran di rumah atau di lokasi sekitar pemukiman yang diberikan Dinas Pemadan Kebakaran Kabupaten Kuantan Singingi.

Pelatihan Pemadam Kebakaran APKSSM

“Ini juga dalam rangka pemenuhan standar prinsif dan kriteria sertifikasi RSPO,” ujarnya.

General Manajer APKSSM Junaedi mengatakan, langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan dini guna memastikan wilayah bebas dari asap dan api saat musim kemarau mencapai puncaknya.

“Kebakaran bisa menurunkan produktivitas kelapa sawit. Sehingga perlu diantisipasi,” katanya.

Pelatihan ini juga sebagai peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelompok petani sawit swadaya yang berkelanjutan, agar terus menerapkan praktik baik pengelolaan perkebunan.

| Rekomendasi Untuk Anda