FORTASBI – Semangat belajar dan berkontribusi bagi lingkungan di sekitar perkebuan kelapa sawit terus ditunjukkan para perempuan yang juga petani sawit swadaya tergabung dalam Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan (FORTASBI).
Misalnya, di Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, ada 70 perempuan yang membangun kelompok perempuan penyediaan bibit seperti petai, kopi, kemiri, durian, dan lainnya. Dengan segala keterbatasanya melakukan pembibitan untuk ditaman di sekitar perkebunan dan lahan kritis.
Kelompok Pengelola Pembibitan Perempuan (KP3) ini terdiri dari Nurul Huda Lestari, Mahau Berseri, dan Al Ikhlas Berkah yang berlokasi di Desa Sungai Penoban Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat, ingin berkontribusi pada kelestarian lingkungan.
Selain itu, di Koperasi Perkebunan Sawit Marga Indah, Kalimantan Timur, ada Ibu Uum yang juga salah satu Tim Unit Brondol, menjadi perempuan yang paling aktif dalam mengikuti sekolah lapang sawit berkelanjutan. Ilmu yang didapatnya disalurkan lagi oleh Ibu Uum pada kelompoknya.

Di kelompok dan daerah lain, ada Ibu Nurhayati yang memiliki semangat untuk memajukan perempuan di desanya. Lewat kelompok UD Lestari di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terus mendorong peningkatan ekonomi perempuan dengan memanfaatkan limbah sawit. Salah satunya, membuat lidi untuk mengurangi limbah dan bisa bernilai ekonomi bagi perempuan.
Perjuangan dalam peningkatan ekonomi di perkebunan sawit juga ditunjukan oleh Ibu Susi Wahyuni, pendamping desa sekaligus petani sawit swadaya asal Tungkal Ulu, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Ibu Susi menjadi salah seorang pioneer yang mendorong pemberdayaan perempuan di sekitar perkebunan petani sawit swadaya.
Dalam tiga tahun terakhir, ia memperkenalkan dan mendorong eco printing, yakni teknik cetak ramah lingkungan yang menggunakan bahan alami untuk menghasilkan motif pada kain.

Susi menggabungkan seni pewarnaan alami dengan praktik berkelanjutan petani sawit swadaya. Ia telah melatih sekitar 50 lebih perempuan petani sawit dan anak sekolah untuk menghasilkan produk kain dengan berbagai motif dan bahan yang ada di sekitar perkebunan sawit.
Susi, yang sudah diajak untuk berbagai pameran produk, berkeinginan perempuan di sekitar pekebunan memiliki bisa punya keterampilan selain berkebun dan punya penghasilan tambahan. Eco printing menjadi pilihan karena bahan alami banyak di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Begitulah, para perempuan Tangguh di perkebunan kelapa sawit, mereka terus praktikan perkebunan berkelanjutan dan mendorong nilai tambah bagi para petani dengan cara dan pengetahunanya masing masing yang meberikan inspiasi serta dampak nyata.
















