Pelatihan Cost Recovery

FORTASBI Rampungkan Pelatihan Cost Recovery Untuk Menguatkan Keuangan Lembaga

FORTASBI – Sekretariat Forum Petani Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) terus meningkatkan kapasitas personel dengan berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas.

Kali ini, Sekretariat FORTASBI selesai menggelar pelatihan cost recovery yakni pelatihan bagaimana keuangan kelembagaan bisa berkelanjutan, transparan dan akuntable.

Langkah pelatihan ini, tidak hanya diikuti tim keuangan tapi juga tim program serta komunikasi dan data, agar ada kesepahaman dalam pengelolaan keuangan Yayasan FORTASBI untuk mencapai visi dan misi organisasi.

Dengan meningkatnya pengetahuan dan kapasitas personel sekretariat, Yayasan FORTASBI bisa memberikan dampak yang lebih baik lagi dalam memberikan layanan pada para petani sawit swadaya.

Pelatihan yang digelar sejak 2024 ini, bukan hanya dijejali materi teori, tapi juga mencakup diskusi, mengurai berbagai masalah dihadapi organisasi masyarakat sipil secara kelembagan, serta mencari jalan keluar dari berbagai kendala yang dihadapi lembaga terutama dalam pengelolaan keuangan lembaga dan pertanggungjawabannya.

Pelatihan juga, diisi dengan praktik dalam menyusun anggaran program agar penganggaran program dan lembaga agar bisa berkesinambungan dengan target yang ingin dicapai sesuai proposal dan agenda Yayasan FORTASBI.

“Kami semakin paham dalam pengelolaan keuangan lembaga, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ini semakin menguatkan pengetahuan personil juga dan bagaimana harus berkolaborasi antar divisi,” ujar Manajer Keuangan Isnawati.

Director of Organisational Development and Impact Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) Hendrik Rosdinar menjadi pemateri sekaligus instruktur dalam pelatinan ini.

Hendrik bergabung di YAPPIKA sejak 2011 sebagai Manajer Advokasi, Riset dan Kampanye. Sebelumnya, Hendrik memulai karier sebagai pegiat organisasi masyarakat sipil (OMS) sejak duduk di bangku kuliah sebagai relawan hingga menjadi Direktur Eksekutif PATTIRO Semarang periode 2007-2011.

| Rekomendasi Untuk Anda