FORTASBI – Koperasi Unit Desa Harapan Jaya (KUD HJ) adalah salah satu koperasi bersertifikat RSPO tahun 2023, dengan jumlah anggota 283 petani dengan luasan area 742,93 ha dan produksi TBS sebesar 15,409.01 ton per tahun.
Keterlibatan KUD HJ dalam sertifikasi RSPO memberikan peluang kepada KUD HJ mendapatkan insentif setiap tahun. Tahun 2025 adalah tahun ke-2 KUD HJ mendapatkan insentif kredit RSPO.
Sempat bermasalah dengan volume kredit tahun 2024, karena tidak terjual hingga lisensi berakhir, namun tidak menyurutkan pengurus KUD HJ untuk membagikan manfaat tidak hanya manfaat kepada anggota, tapi juga kepada ,asyarakat secara luas.
Ketika volume kredit RSPO tersedia untuk tahun 2025 dan mampu mendapatkan pembeli, KUD HJ tidak menunggu lama untuk memanfaatkan dana tersebut untuk membeli 1 unit ambulance.
“Kami sangat berterima kasih pada pembeli kredit RSPO kami, karena dengan dana tersebut, kami tidak hanya membantu petani melalui pelatihan, tapi juga kami bisa membantu Masyarakat desa melalui penyediaan ambulance,” katanya.

KUD Harapan Jaya menyediakan 70 persen dana kredit untuk bantuan sosial yang disebut sebagai tanggung jawab sosial petani swadaya (Smallholders Social Responsibility.
Supriyadi, Manager KUD Harapan Jaya memaparkan, selain penyediaan 1 unit ambulance, KUD HJ juga memberikan bantuan kepada Masyarakat adat Dayak melalui bantuan untuk pembangunan rumah panjang khas Dayak di Kecamatan Binjai Hulu, Kebupaten Sintang sebesar Rp 100 juta. Ini adalah bentuk komitmen KUD HJ terhadap masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat.
KUD HJ memiliki beberapa program prioritas untuk sosial yaitu dukungan untuk pendidikan di desa dengan menyediakan bantuan bagi anak sekolah dari Tingkat SD hingga SMA, serta bantuan lainnya.
Anak usia sekolah yang dibantu adalah anak-anak petani yang berada disekitar wilayah kerja KUD HJ.
KUD HJ menunjukkan, kredit RSPO yang mereka terima tidak hanya akan memberikan manfaat bagi petani swadaya yang terlibat dalam sertifikasi RSPO, tapi juga akan memberikan manfaat bagi Masyarakat secara luas.
“Ini bentuk edukasi bagi masyakat luas bahwa sertifikasi RSPO tidaklah ekslusif tapi inklusif, Di mana tidak hanya bermanfaat bagi petani, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat secara umum.” katanya.
Penting untuk dicatat, ketika pembeli memberikan insentif dengan membeli kredit RSPO, pembeli tidak hanya mendukung petani swadaya, tapi juga mendukung pembangunan di desa.
















