Pelatihan Petani Rimba Harapan

105 Anggota Baru Koperasi Rimba Harapan Bersiap Ikutin Sertifikasi RSPO

FORTASBI – Peningkatan sumber daya manusia petani sawit swadaya menjadi kunci dalam pekebunan sawit berkelanjutan. Berbagai pelatihan dan sosialisi, masih diperlukan petani agar produktifitas semakin meningkat.

Bertempat di Desa Merarai Dua, Kecamatan Sungai Tebelian, Sintang, puluhan petani antusias mengikuti sosialisasi standar sertifikasi ISPO dan RSPO, yang didukung WWF dan Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Rencananya, ada 105 petani sawit swadaya anggota baru Koperasi Rimba Harapan yang akan melakukan sertifikasi RSPO pada bulan Agustus 2024 mendatang dengan luas area kebun yang dikelola mencapai 182 hektar.

Group Manajer Koperasi Rimba Harapan Suratno Warsito menegaskan, pihaknya masih memiliki sedikit dana dari hasil penjulanan kredit RSPO untuk digunakan dalam sertifikasi RSPO bagi anggota baru.

“Dalam satu bulan ini, berbagai kegiatan akan kami lakukan dalam meningkatkan kapasitas petani sekaligus pemenuhan P & C RSPO, surveillance dan kegiatan lapangan, akan terus dilakukan,” ujarnya.

Sementara untuk ISPO, pihaknya akan menunggu sinyal dari Pemerintah Kabupaten Sintang yang akan memberikan bantuan untuk persiapan sertifikasi ISPO. Di mana, dalam sertifikasi ISPO yang akan diikutkan anggota baru dan anggota lama Koperasi Rimba Harapan.

“Sekitar 179 petani yang akan mengikuti sertifikasi ISPO, termasuk 74 anggota sudah miliki sertifikasi RSPO. Kami berharap ada bantuan dari berbagai pihak baik untuk RSPO dan ISPO, dalam pendampingan, terutama dari FORTASBI,” katanya.

Ia menegaskan, sebelum sertikasi ISPO dan RSPO, di akhir bulan Juni 2024, Koperasi Rimba Harapan mengadakan sosialisasi standar sertifikasi ISPO dan RSPO dengan berbagai materi seperti penguatan lingkungan hidup, perizinan, dan langkah langkah penerapan good agricultural practices dan pelatihan lainnya.

“Mudah mudahan dalam menuju sertifikasi anggota baru lancar. Secara keseluruhan kesiapan sudah mencapai 80 persen, satu bulan ini kami kebut berbagai pemenuhan dokumen dan berbagai pelatihan dan survailance,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah petani melakukan sertifikasi RSPO maupun ISPO, semakin banyak buyer yang membeli TBS atau kredit RSPO.

“Dana kredit ini sangat membantu petani untuk terus menerapkan perkebunan berkelanjutan,” katanya.

| Rekomendasi Untuk Anda

Partner Kami

Partner Kami

Get Connected

©Yayasan FORTASBI Indonesia