FORTASBI – Kementerian Sosial dan Institut Pertanian Bogor (IPB) telah meluncurkan kompor inovasi berbahan limbah sawit. Peluncuran untuk kompor ini untuk menggunakan bahan bakar yang melimpah di desa perkebunan sawit yakni limbah buah sawit, yang sudah membusuk.
Kompor inovatif sudah diuji coba sejak September 2023 dan hasilnya sangat memuaskan. Dengan kompor berbahan bakar sawit ini, masyarkat tidak lagi mengeluarkan biaya mahal untuk membeli gas elpiji.
Buah sawit yang sudah membusuk atau tercecer dari tangkainya biasannya dibuang. Dimanfaatkan untuk bahan bakar tetapi sebelum digunakan harus dijemur tidak terlalu kering.
Kompor dibuat sederhana berupa tabung berdiameter sekitar 15 cm dan tinggi 20 sentimeter. Buah sawit yang sudah kering kemudian di masukkan ke dalam kompor yang di atasnya ditempatkan panci untuk memasak atau wajan untuk penggorengan.
Paling tidak dengan 25 butir sawit kering, cukup untuk memasak sekitar satu jam.
Di bagian bawah kompor terdapat lubang dan penutup udara. Jika penutup dibuka lebar, maka nyala api akan membesar. Demikian sebaliknya jika penutup udara ditutup maka nyala api akan mengecil.
Dengan kompor ini, masyarakat sekitar kebun sawit, diklaim tidak perlu lagi membeli gas elpiji sehingga menghemat pengeluaran serta ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah atau buah sawit yang membusuk.
“Inovasi Kementerian Sosial ini menjadi solusi praktis dan efektif bagi masyarakat,” tulis rilis Kementerian Sosial
















