baner 4

Harga CPO Sebentar Lagi Tidak Merujuk ke Malaysia dan Rotterdam

FORTASBI – Bursa minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil telah diluncurkan pada Oktober 2023 oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. Bursa ini diharapkan dapat memperkuat kinerja perdagangan minyak kelapa sawit sehingga terbentuk harga yang transparan, adil, akuntabel dan real time.

Pada triwulan pertama 2024, diharapkan Bursa CPO sudah mampu menciptakan harga rujukan (price reference) yang berarti harga CPO Indonesia menjadi kredibel.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan melakukan evaluasi agar bursa CPO (Crude Palm Oil) bisa menjadi penentu harga minyak kelapa sawit di Indonesia maupun dunia.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar (Bappebti) Tirta Karma Senjaya mengatakan, saat ini Indonesia masih menggunakan harga referensi (HR) dari Bursa CPO di Malaysia dan Pasar Lelang CPO Rotterdam untuk menentukan harga.

“Februari itu kan seharusnya evaluasi. Harapannya supaya Maret, paling tidak akhir Februari kita bisa menentukan langkah-langkah apa yang bisa dilakukan supaya Bursa CPO ini jadi referensi harga tadi,” ujar Tirta dikutip dari antaranews.com. Rabu (1/2)

Ia mengatakan, evaluasi tersebut akan mencakup beberapa sisi mulai dari pelaku usaha hingga kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan perdagangan berjangka komoditi kelapa sawit.

Tirta berharap, dengan adanya evaluasi Indonesia mampu harga acuan sendiri yang lebih menggambarkan kebutuhan dalam negeri.

“Nantinya kan kalau bursa CPO sudah bisa menentukan harga sendiri, mungkin kita sudah tidak lagi menggunakan harga Rotterdam dan Malaysia lagi, terutama untuk perhitungan HPE (Harga Patokan Ekspor),” kata Tirta.

Perkebunan kelapa sawit rakyat mencapai sekitar 6,72 juta hektar. Tetapi, sekitar 2,73 juta hektar perkebunan rakyat tersebut sudah berumur 25-30 tahun dan sudah harus di replanting.

| Rekomendasi Untuk Anda