FORTASBI – Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki potensi kelapa sawit yang besar. Namun, akses pasar dan fasilitas pengolahan masih menjadi tantangan utama bagi petani kecil. Sehingga hal ini membuat produk petani tidak mendapatkan harga yang baik.
Untuk itu, perlu dorongan agar koperasi dapat memiliki pabrik pengolah kelapa sawit, agar petani mampu mengolah kelapa sawit yang mereka hasilkan secara lansung dan memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan petani. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita presiden Prabowo mengenai hilirisasi di bidang pangan dan energi.
Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya (KSMJ), yang berada di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, sejak tahun 2021 telah memulai untuk menggagas pabrik CPO yang akan dikelola oleh Koperasi dan pasokan TBS berasal dari petani swadaya yang telah bersertifikasi RSPO dan ISPO. Singkatnya, pabrik ini adalah pabrik CPO hijau.

Menguatkan langkah itu, KSMJ mendapatkan dukungan EU Switch Asia melalui program kolaborasi FORTASBI dan Agriterra dalam Palm Step (Program Peningkatan Keberlanjutan dan Keterlacakan Minyak Sawit) untuk memastikan bahwa kelapa sawit yang dihasilkan oleh petani di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia diproduksi dari praktek yang berkelanjutan, nol deforestasi, legal dan terlacak, serta memberikan kesejahteraan kepada petani kecil.
Tak hanya itu, program Palm Step juga akan mendukung Koperasi KSMJ ini dalam mempersiapkan koperasi dalam mengelola pabrik CPO hijau. Agriterra yang memiliki kapasitas dalam pendampingan koperasi akan membantu KSMJ secara lansung.
Program ini secara resmi diluncurkan pada Selasa, 6 Mei 2025 di Aula Agrowisata Koperasi Tani Subur, Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam HE Denis Chaibi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng Sri Widanarni dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto.
Dalam sambutannya, Panel Barus mengajak semua pihak untuk mendukung pengembangan kelapa sawit berbasis koperasi. Pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden RI.
“Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Uni Eropa, Agriterra, dan FORTASBI atas program Palm Step ini. Program ini mendukung Asta Cita Presiden kita mengenai hilirisasi pangan dan energi.”

Ia menegaskan, program ini merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan sektor kelapa sawit, mulai dari isu keberlanjutan lingkungan, deforestasi, keterlacakan rantai pasok, hingga penguatan posisi tawar petani kecil, khususnya yang tergabung dalam koperasi
Asisten Ekbang Sri Widanarni menyampaikan, sektor pertanian menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat Kalteng, termasuk subsektor perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan.
“Ini merupakan langkah yang sangat tepat, di mana kerja sama Agriterra dan FORTASBI dilaksanakan di Kalteng,” ujar Sri.
Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto menyatakan, pendirian pabrik kelapa sawit oleh KSMJ merupakan langkah besar menuju kemandirian ekonomi dan pemberdayaan petani sawit di wilayah Kotawaringin Barat dan Kalimantan Tengah.
“Kami sangat mengapresiasi program Palm Step yang mendorong keterlibatan aktif petani dalam rantai nilai secara adil dan berkelanjutan,” katanya.

Ia mengatakan, melalui koperasi, petani kini tak hanya menjadi produsen bahan mentah, tapi juga terlibat dalam proses pengolahan dan pemasaran.
“Ini adalah wujud dari koperasi modern yang mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya.
Ketua Koperasi Karya Sawit Mandiri Jaya Sutiana menegaskan, dengan dukungan program ini, maka dapat dipastikan bahwa seluruh pasokan TBS untuk pabrik KSMJ nanti, adalah kelapa sawit yang bersertifikat RSPO dan ISPO dan Koperasi KSMJ akan mampu mengelola pabrik hijau.
Duta Besar Uni Eropa menyampaikan dalam sambutannya, “Saya berharap dalam waktu tidak lama lagi, saya akan menemukan produk yang mengandung kelapa sawit di supermarket Eropa dan produk tersebut adalah berasal dari petani sawit di Kotawaringin Barat.”
Acara peluncuran ini, ditutup dengan melakukan kunjungan ke calon Lokasi pabrik CPO milik Koperasi KSMJ.
















