FORTASBI – Langkah mendukung upaya konservasi terus dilakukan para petani sawit swadaya yang bernaung di Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) Desa Kadipi Atas dan Sungai Rangit Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia.
Mendukung udan paya keberlanjutan melestarikan ekosistem, APKSM, terus berupaya memberikan kontribusi dari dana penjualan kredit RSPO.
Pada tahun 2024, tepatnya pada hari Rabu 2 Oktober 2024, APKSM kembali berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan orangutan di Area Konservasi Pulau Salat.
Kontribusi petani sawit swadaya yang sudah bersertifikasi RSPO ini, memiliki tujuan agar keberadaan orang Utan tidak terancam dan terhindar dari kepunahan.
“Semua ini adalah persembahan kami untuk negeri,” ujar Group Manajer APKSM Widodo.

Gugusan Pulau Salat merupakan wilayah yang terletak di delta Sungai Kahayan yang dijadikan wilayah konservasi orangutan di Kalimantan Tengah dengan luas wilayah lebih dari 2.000 hektare.
Gugusan Pulau Salat dipilih karena memiliki ekosistem hutan yang menyerupai habitat asli orangutan, dengan sumber pakan alami yang cukup di dalamnya. Pulau Salat merupakan suaka konservasi yang dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo ( BOSF ) dan PT Sawit Sumbermas Sarana ( PT. SSMS ), yang merupakan anggota Grower RSPO.
Survei menunjukkan kawasan ini memiliki hutan berkualitas, terisolasi oleh air sungai sepanjang tahun, tidak teridentifikasi terisi populasi orangutan liar, cukup luas untuk mendukung kemampuan adaptasi, sosialisasi, memiliki cukup ketersediaan pakan orangutan, dan mampu menampung sekitar 200 orangutan.

Pada tahun 2022, seluas 362.000 hektare hutan dan kawasan yang dinilai perlu untuk konservasi telah dilindungi secara global melalui standar, sistem, dan prosedur RSPO, yang merupakan kawasan yang luasnya hampir enam kali luas DKI Jakarta.
Indonesia merupakan kawasan konservasi dengan proporsi terbesar, yaitu sebesar 150.000 hektare atau 40 persen dari total kawasan konservasi RSPO.
RSPO percaya bahwa produksi minyak sawit berkelanjutan dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan bagi masyarakat dan juga bagi ekosistem.

“Pelepasliaran orangutan di Pulau Salat merupakan pengingat yang kuat bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita dapat melindungi spesies yang terancam punah sekaligus mempromosikan praktik minyak sawit yang bertanggung jawab,” ujar Head of Smallholder RSPO Guntur Cahyo Prabowo.















