FORTASBI – Desa Sido Rukun dan Desa Mekar Sari Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo dan Desa Malako Intan Kecamatan Tebo Ulu bersepakat dalam deklarasi penyelamatan DAS Sungai Batanghari dan Batang Jujuhan yang ada di Kabupaten Tebo.
Ketua KOMPAS Lubuk Emas Lestari Galih menyebutkan, ada beberapa program kerja ke depan diantaranya tentang perumusan peraturan desa konservasi sungai dan pembentukan lubuk larangan.
“Ada beberapa program kerja yang akan dilakukan dalam waktu dekat diantaranya soal rumusan perdes dan pembentukan lubuk larangan, karena semua perangkat desa juga hadir di pertemuan ini. Semoga akan segara terselesaikan, selain itu juga mengagendakan restocking benih ikan lokal, dan pemasangan papan peringatan penjagan sungai,” katanya.
Yayasan Setara Jambi menginisiator kegiatan yang fokus pada pemeliharaan dan konservasi Sungai, dengan mengidentifikasi dampak negatif dari aktivitas perkebunan dan mendorong penggunaan produk organik untuk memperbaiki keadaan Sungai.
Direktur Yayasan Setara Jambi Nurbaya Zulhakim menyebutkan kegiatan upaya perlindungan sungai ini sudah dalam kurun waktu 5 tahun intens dilakukan bersama organisasi petani sawit swadaya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan sekarang di Tebo.
Upaya penjagaan sungai bersama masyarakat selama ini sudah lakukan di Kecamatan Merlung, Renah Mendalu, Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Di mana, setiap desa punya komunitas penjaga sungai (KOMPAS) yang memang menitik beratkan pada sasaran anak muda.
“Kita mendapatkan dukungan program dari GIZ dan Fortasbi untuk penguatan yang sama di Tebo juga. Masalah Sungai ini menjadi masalah bersama yang tidak bisa bergerak tanapa dukungan dari semua pihak,” katanya.

Semua pihak sepakat bahwa KOMPAS Lubuk Emas Lestari untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas dampaknya dalam menjaga Sungai agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan yang luas ini, diharapkan upaya konservasi Sungai di Rimbo Ulu akan semakin terakselerasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Rimbo Ulu dan Tebo Ulu bersatu dalam mendukung inisiatif KOMPAS Lubuk Emas Lestari dalam upaya pelestarian Sungai, menandakan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup yang krusial bagi kehidupan masyarakat.
Sekretaris Camat Rimbo Ulu, Toni, menegaskan pentingnya dukungan terhadap kegiatan konservasi Sungai, yang diakui sebagai isu paling vital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Dukungan dari Pemerintah Kecamatan sendiri sangat kuat terhadap KOMPAS Lubuk Emas Lestari.
Berbagai lembaga dan organisasi seperti Bappeda, DLH dan Dinas Pertanian juga turut aktif dalam mendukung upaya konservasi ini. Bappeda memberikan landasan yang solid melalui skema yang berjangka waktu empat tahun, melibatkan berbagai OPD terkait.
Organisasi anak muda, Broder Hood 1% MC Indonesia turut berkolaborasi dalam program satu knalpot satu pohon.
Mewakili Brother Hood Rahmad Budiyono menegaskan organisasi mereka akan mendukung sepenuh organisasi KOMPAS Lubuk Emas Lestari karena sejalan dengan kegiatan yang sudah mereka canangkan.
“Kegiatan penanaman pohon, kita bisa berkolaborasi. Karena ada program juga di Broder Hood untuk melakukan gerakan menanam pohon sebagai aksi kepedulian kami terhadap dampak perubahan iklim,” katanya.
Komunitas pemuda yang fokus ada pupuk alami, Rimbo Kompos mengelola limbah organik menjadi kompos juga berkomitman untuk terjun dalam pemeliharaan tanaman pohon di sepanjang Sungai.
Deklarasi dukungan mengusung tema selamatkan sungai, demi masa depan lestari, mengundang 100 peserta yang berasal dari masyarakat, perangkat desa , pemerintah,komunitas lokal Kecamatan dan Kabupaten Tebo, dan perusahaan-perusahaan yang ada di Tebo (Forum CSR).
















