Kerja sama FORTASBI dengan plarform BenihBaik.

Dukung Kelestarian Lingkungan, FORTASBI Tanda Tangani Kerja Sama Pengalangan Dana Dengan BenihBaik

FORTASBI – Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) atau Yayasan FORTASBI Indonesia, mengelar diskusi dalam upaya menggalang pendanaan dari berbagai pemangku kepentingan, untuk mendukung berbagai inisiatif masyarakat dan petani disekitar perkebunan sawit swadaya dalam pengelolaan dan pemulihan lingkungan.

Kepala Sekretariat Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) Rukaiyah Rafik menegaskan, saat ini banyak inisiatif yang dilakukan petani swadaya dalam pengelolaan sawit berkelanjutan.

Petani, kata ia, secara sadar membangun berbagai upaya untuk kelestarian dan pemulihan lingkungan seperti patungan lahan untuk membuat hutan konservasi di sekitar perkebunan, inisiative pembibitan tanaman hutan dan buah-buahan untuk rehabilitasi hutan oleh kelompok perempuan di sekitar kebun sawit.

“Hal ini, sebagai upaya petani sawit swadaya dalam smallholder social responsibility, sebagai bagian dari sawit berkelanjutan,” katanya.

Ia memaparkan, petani sawit bisa menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian dan rehabilitasi lingkungan. Kesadaran ini muncul akibat proses sertifikasi sawit berkelanjutan yang sedang mereka jalankan.

“Selama ini, konservasi yang mereka lakukan murni berasal dari dana kredit RSPO yang mereka terima, namun karena inisiative ini perlu diperluas dan diperbesar. Maka butuh dukungan semua pihak termasuk petani swadaya itu sendiri,” katanya.

Rukaiyah mengatakan, mendorong dampak yang lebih luas dari inisiatif petani sawit swadaya dan masyarakat sekitar kebun, FORTASBI ingin mendorong pendanaan publik untuk mendukung inisitif pelestarian dan rehabilitasi lingkungan ini.

“Kami kerja sama dengan plarform benihbaik, untuk melakukan penggalangan dana ini. Karena kami memiliki keterbatasan, sehingga kami memilih kerja sama. Di harapkan dengan perluasan kerja sama ini semakin inklusif dan berdampak,” katanya.

Untuk tahap awal, FORTASBI dan BenihBaik akan uji coba penggalangan dana untuk mendukung perlindungan hutan adat oleh petani di Ketapang Kalimantan Barat dan inisiative pembibitan oleh perempuan di Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

“Ke depan FORTASBI dan BenihBaik akan melebarkan ke lokasi-lokasi lainnya yang memiliki inisiative perlindungan dan rehabilitasi lingkungan,” ungkapnya.

Benihbaik merupakan platform digital yang memfasilitasi kegiatan pengumpulan dana masyarakat secara sukarela (filantropi) agar dapat langsung membantu dengan sesamanya.

Saat ini, FORTASBI memiliki anggota layanan 16.394 petani sawit swadaya dengan luas area 39.427, 26 hektar lahan tersertifikasi dengan 59 kelompok tani. (*)

| Rekomendasi Untuk Anda