FORTASBI – Menteri Pertanian (Mentan) RI telah memberikan instruksi atau amanatkan dalam Keputusan Mentan Nomor 194/KPTS/OT.050/M/03/2024 tentang Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan.
Di mana, instruksi iti adalah penyiapan lahan perkebunan dan calon petani calon lokasi (CPCL) penerima kegiatan tumpang sari Padi Gogo sebagai upaya menambah luas tanaman padi, salah satunya di kebun peremajaan sawit.
“Kami menanam Padi Gogo di lahan peremajaan kepala sawit rakyat dengan luas sekitar 100 hektare, dan 50 hektare tanaman padi di antaranya sudah siap panen,” Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel Suparmi saat meninjau perkembangan implementasi metode tumpang sari tanaman kelapa sawit dengan tanaman padi.
Ia mengatakan, pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) berupaya meningkatkan produksi padi dengan mengoptimalkan lahan dan pertambahan area tanam di lahan peremajaan sawit rakyat lewat program kelapa sawit tumpang sari dengan tanaman pangan.
Program unggulan ini, kata ia, sebagai langkah nyata dan upaya pemerintah di diaerah menyiapkan Provinsi Kalsel sebagai gerbang pangan di Kalimantan khususnya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dengan adanya potensi lahan perkebunan, kami akan mengupayakan dan mengoptimalkan tanaman tumpang sari antara kelapa sawit dan padi dapat memberikan hasil yang maksimal,” katanya.
Suparmi menjelaskan, program tanam tumpang sari di lahan peremajaan sawit rakyat yang diimplementasikan dengan konsep pertambahan areal tanam tersebut, tidak hanya fokus pada tanaman sawit dan padi saja.
Selain kepala sawit dengan padi, pemerintah daerah juga mengimplementasikan konsep tanam tumpang sari dengan jenis tanaman karet, kelapa dalam, dan lainnya.
Pemerintah terus mendorong Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk kelapa sawit Indonesia, khususnya produk yang dihasilkan oleh pekebun sawit rakyat.
Selain itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan penanaman 500 ribu hektare padi gogo di lahan perkebunan sawit dan kelapa seluruh Indonesia, guna menambah devisa negara.
Kementan mencatat lahan yang akan ditanami padi gogo tersebar di wilayah perusahaan PalmaCo sebanyak 5.000 hektare, suportingCo 10.000 hektare, Gapki 3.550 hektare dan Apkasindo 67.400 hektare.
















