Pembagian bingkisan lenbaran KSU Karya Indah.

Kuatkan Komitmen Keberlanjutan, KSU Karya Indah Bagikan Bingkisan Lebaran Buat Pertama Kali

FORTASBI – Baru satu tahun Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Indah mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISPO, setelah kurang lebih 20 tahun masyarakat menamam kelapa sawit di Wahau Baru, Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

Koperasi yang berdiri di 29 Juni 2000, saat ini memiliki 185 anggota petani sawit swadaya, dengan luas area yang dikelola 614,9 hektar, terus menguatkan komitmen keberlanjutan dengan praktek berkebun dan pengelolaan lingkungan sesuai standar.

Koperasi pada Lebaran 2024, atau tahun ini secara perdana membagikan 400 bingkisan lebaran yang diberikan pada anggota dan masyarakat sekitar kebun.

“Ini perdana kami lakukan, karena ada sisa dana dari program yang diberikan pendamping dan mitra, belum dari dana kredit karena kami masih terus belajar agar faham jual kredit,” ujar Ketua KSU Karya Indah Widyo Anwar pada FORTASBI.

Ia mengatakan, pengurus dan petani terus berusaha memahami dana kredit RSPO. Di harapkan, pada tahun ini bisa menjual kredit agar petani bertambah semangat.

“Dengan pembagian bingkisan ini, petani merasa senang dan masyarakat juga merasakan manfaat dengan adanya koperasi di daerahnya,” ungkapnya.

Dengan adanya pembagian bingkisan, yang berupa beras, gula, kopi, teh dan syirup dan lainnya kecuali uang tunai, anggota yang sudah ikut menjalankan dari komitmen sertifikasi semakin aktif dan kegiatan petani sawit swadaya semakin bergaung dan memberikan dampak pada masyarakat.

“Kami berharap nanti dengan mendapatkan penjualan kredit atau sertifikasai, maka petani semakin senang dan bebannya bisa berkurang,” katanya.

Ia menegaskan, dengan berbagai pelatihan dan pendekatan saat ini, petani semakin faham akan pentingnnya keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang baik. Misalnya, terkait sampah atau limbah B3 atau bahan beracun dan berbahaya, tidak lagi begitu saja dibuang ke sungai atau disimpan sekitar kebun.

“Tapi sudah mengumpulkannya ke koperasi. Ini suatu perubahan besar bagi petani dengan adanya sertifikasi,” seraya menambahkan petani juga sudah memulai untuk lebih banyak menggunakan pupuk organik. (*)

| Rekomendasi Untuk Anda