BUMDes Karya Mandala Makmur berikan bingkisan lebaran.

Berbagi Berkah Kredit RSPO BUMDes Karya Mandala Makmur Jelang Lebaran

FORTASBI – Ada senyum bahagia ketika ratusan orang petani sawit swadaya yang tergabung dalam BUMDES Karya Mandala Makmur, menerima bingkisan jelang Lebaran 2024.

Mereka mendapatkan bingkisan lebaran di tengah naiknya harga-harga kebutuhan pokok, dan di saat banyak sekali tanaman tumpangsari di kebun sawit petani yang terdampak el nino dan pengurangan pembelian tanda buah segar (TBS).

BUMDes Karya Mandala Makmur dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa ini, dengan tujuangan untuk memperkuat ekonomi desa dan memiliki beberapa divisi usaha; salah satunya adalah unit sertifikasi untuk petani kelapa sawit, berusaha membuat petani semangat dalam membangun dan mempertahankan keberlanjutan.

Manajer Kelompok Tani Sartono, Manajer Kelompok Tani menegaskan, pemberian ini sebagai penghargaan pada petani yang bersertifikat RSPO, agar terus semangat membangun keberlanjutan usaha sawit swadaya.

“Kami terus berusaha hal ini diberikan tiap tahun sekali, dari dana RSPO yang diberikan. Kali ini, kami memberikan paket senilai Rp 325 ribu, bagi 214 anggota petani sawit swadaya,” katanya.

Ia mengatakan, dengan banyaknya manfaat dari RSPO terutama dari kredit yang didapatkan, semakin banyak petani di wilayah Desa Lada Mandala Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, ingin bergabung dan menerapkan standar keberlanjutan.

“Syukur, makin banyak petani yang memahami pentingnya keberlanjutan dan pemeliharaan lingkungan,” katanya.

Ia menegaskan, dengan bingkisan berupa berbagai bahan pokok ini, sangat membantu petani, terutama di tengah tanaman tumpangsari petani yang mengalami kegagalan.

“Saat ini petani, istilahnya tengah krisis, karena dampak el nino, Misalnya, petani semangka yang biasa dapat 30 ton karena cuaca hanya 13 ton, dan banyak lagi tanaman tumpangsari yang terkena dampak cuaca ini,” katanya.

Sartono menegaskan, lahan bersertifikat yang digarap petani seluas 393,64 hektar, dengan memiliki kawasan lindung yang akan terus dijaga seluas 393,64 hektar.

“Sertifikasi memberikan dampak positif, petani memiliki kegiatan yang terjadwal, mulai pelatihan sampai pada pengelolaan kebun,” katanya.

| Rekomendasi Untuk Anda