GA RSPO 2024

Petani Swadaya dan FORTASBI Ramaikan dan Berkontribusi Dalam RT dan GA RSPO 2024

FORTASBI – Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Roundtable (RT) dan General Assembly (GA) RSPO 2024 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.

Kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang membahas isu-isu strategis terkait keberlanjutan industri kelapa sawit di tingkat global.

Dalam forum ini, FORTASBI hadir untuk menyuarakan peran penting petani swadaya dalam mendukung praktik kelapa sawit berkelanjutan. Sebagai organisasi yang mewakili petani swadaya di Indonesia.

FORTASBI aktif berkontribusi dalam diskusi panel, berbagi pengalaman terbaik, dan mempresentasikan berbagai inisiatif yang telah dilakukan oleh petani swadaya, untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan pelestarian lingkungan.

FORTASBI memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat jaringan dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri, lembaga sertifikasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen FORTASBI dalam mendorong pengelolaan kelapa sawit yang lebih inklusif, adil, dan bertanggung jawab, serta memastikan suara petani swadaya tetap didengar di panggung internasional.

Melalui keterlibatan aktif di RT (Round Table) dan GA (General Assembly) RSPO 2024, FORTASBI berharap dapat terus berkontribusi pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung masa depan industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.

RT2024 ini juga, bagian dari berbagai pemangkukepentingan untuk membuka kesempatan baru dalam berkolaborasi, membuka pertemuan bisnis dan menguatkan promosi sertifikasi sawit berkelanjutan.

Dalam GA ada beberapa resolusi yang diterima para anggota RSPO, untuk kemajuan atau perkembangan sawit berkelanjutan, diantaranya penetapan anggota Dewan Gubernur RSPO dari kategori petani swadaya dari Afrika dan Amerika Latin.

Selain itu, penetapan adopsi perubahan Prinsip dan Kriteria RSPO dan Standar Petani Swadaya, Persetujuan Pembentukan Satgas untuk penyediaan insentif bagi petani sawit swadaya, dan penetapan keanggotaan baru di RSPO yaitu keanggotaan yuridiksi.

Kepala Sekretariat FORTASBI yang juga BoG RSPO Rukaiyah Rafik menyambut baik berbagai resolusi yang dihasilkan dalam GA 2024.

“Ini semakin menguatkan komitmen RSPO untuk terus menguatkan sawit berkelanjutan lewat sertifikasi dan memberikan dukungan pada petani sawit swadaya,” ungkapnya.

Dalam RT tahun ini, ada 3 kelompok tani yang menjadi anggota FORTASBI atas dukungan dari WWF Indonesia dan Cargill, mendapatkan sertifikasi RSPO secara resmi diantaranya KUD Harapan Jaya dari Sintang, Kalimantan Barat, Perkumpulan Petani Sawit Mandiri (PPSM) Mitra Bersama, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, serta Petani Sawit Mitra Hindoli (PPMH), Sumatera Selatan.

Tercatat, hingga tahun 2023, Sertifikasi RSPO telah melindungi lebih dari 466,600 hektar hutan HCV dan HCS yang berharga sejak mengadopsi Pendekatan HCV pada bulan November 2005, dan Pendekatan HCS pada bulan November 2018.

Secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan ekosistem penting lainnya, Sertifikasi RSPO telah melindungi dan memulihkan sekitar 646,700 hektar hutan dan kawasan berharga termasuk lahan gambut tropis dan kawasan lindung tepi sungai secara global.

| Rekomendasi Untuk Anda

Partner Kami

Partner Kami

Get Connected

©Yayasan FORTASBI Indonesia