Pelatihan eco enzim pada siswa SMP oleh petani sawit swadaya.

Petani Belayan Sejahtera Mengedukasi Siswa SMP Lewat Praktek Eco Enzyme di Hari Bumi

FORTASBI – Memperingati Hari Bumi, 22 April 2024, berbagai kegiatan dilakukan para petani sawit swadaya untuk keberlanjutan dan pelestarian. Salah satunya dilakukan Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Kabupaten Kutai Kartanegara.

Group Manager Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera Jamaluddin memaparkan, para petani sawit swadaya yang tergabung melakukan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera berkolaborasi dengan SMP Desa Muai dalam sebuah kegiatan yang menggugah, yakni pembuatan eco enzyme.

“Dalam kegiatan ini, lebih dari 50 siswa dan siswi SMP terlibat aktif dalam kegiatan yang bertujuan tidak hanya untuk menciptakan produk organik yang ramah lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap bumi,” ujarnya pada FORTASBI.

Eco enzim, sebagai produk organik, memiliki bahan dasar dari sampah sisa makanan seperti buah dan sayur-sayuran. Selain dapat memberikan manfaat bagi tanaman dan tanah, eco enzim juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan kualitas udara. Eco enzyme melepas gas ozon (O3) yang dapat mengurangi karbon dioksida di udara penyebab polusi (CO2) ke atmosfer dan mengikat panas di awan.

Ia memaparkan, kegiatan ini bukan hanya sekedar praktik pembuatan eco enzim, tetapi juga sarana untuk mengedukasi para peserta, baik karyawan koperasi, siswa maupun guru, tentang pentingnya menjaga lingkungan dan merawat bumi.

“Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai sejarah Hari Bumi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemahaman tentang eco enzim dan manfaatnya bagi lingkungan,” ujarnya.

Para peserta, lajut Jamal, diajak untuk memahami bahwa tindakan sederhana seperti membuat eco enzim dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian bumi. Praktek pembuatan eco enzim dipandu oleh unit lingkungan dari Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, sehingga peserta dapat belajar secara langsung dan mendalam.

Koperasi berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momen sekadar peringatan Hari Bumi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi para peserta untuk melakukan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan sekitar perkebunan sawit.

“Minimal, mereka diharapkan akan membawa cerita dan pengalaman ini ke rumah mereka, memulai langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah organik di rumah dan menghasilkan eco enzim sebagai sumber manfaat baru,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, Hari Bumi bukan hanya menjadi perayaan atau peringatan, tetapi juga menjadi momentum yang menginspirasi untuk bertindak.

“Langkah-langkah kecil seperti pembuatan eco enzyme dapat memiliki dampak besar dalam menjaga kelestarian bumi,” ungkapnya.

Kolaborasi antara Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera dan SMP Desa Muai merupakan contoh nyata bagaimana kerjasama antara institusi pendidikan dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif bagi lingkungan.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam menjaga kelestarian bumi,” ujarnya.

| Rekomendasi Untuk Anda