FORTASBI – Program peremajaan sawit rakyat (PSR) sejak tahun 2017 hingga saat ini, telah dilaksanakan di 21 provinsi dan 148 kabupaten/kota dan telah diterbitkan rekomendasi teknis peremajaan seluas 327.065 hektare.
Dengan realisasi tanam 218.272 hektare yang tersebar di 21 provinsi sentra perkebunan kelapa sawit. Di mana, pada tahun 2024 ini program PSR ditargetkan seluas 120.000 hektare dengan target seluas 80.000 melalui jalur dinas dan 40.000 jalur kemitraan.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alam Syah mengatakan bahwa potensi lahan peremajaan sawit rakyat (PSR) yang dapat dioptimalkan mencapai 1 juta hektare untuk penanaman padi gogo.
Hasil identifikasi Direktorat Jenderal Perkebunan tersedia potensi lahan peremajaan sawit rakyat yang dapat dioptimalkan seluas 1 juta. Namun setelah diverifikasi final diperoleh lahan yang dapat ditumpangsarikan dengan padi gogo (padi lahan kering) seluas 540 ribu hektare.
“Langkah tersebut merupakan implementasi Program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan atau yang biasa disebut Kesatria Program kesatria ini diharapkan memberi tambahan produksi 1 juta ton gabah kering panen atau GKP,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alam Syah.
Program Tanam Padi Gogo di lahan perkebunan kelapa sawit dan kelapa tumpang sari tanaman pangan, merupakan kegiatan kolaborasi Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dengan pemangku kepentingan perkebunan baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar negara dan swasta.
Program ini, sebagai upaya mengoptimalkan lahan perkebunan sawit dan kelapa serta menambah penghasilan bagi pekebun selama masa peremajaan sawit dan kelapa.
Dalam pelaksanaannya Direktorat Jenderal Perkebunan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan perkelapasawitan dan kelapa.
“Ini demi mewujudkan peningkatan produktivitas dan kualitas kelapa sawit dan ketahanan pangan,” kata Andi.
















