Ketua FORTASBI Sutiyana

Kemarau Datang, Petani Sawit Swadaya Harus Mitigasi Kebakaran Lahan

FORTASBI – Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir musim kemarau 2026 diperkirakan datang lebih awal dengan kondisi lebih kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, khususnya pada semester kedua tahun ini.

Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) mengingatkan, petani sawit swadaya untuk mencermati perkiraan BMKG terkait kemarau yang akan datang lebih awal.

Ketua FORTASBI Sutiyana mengatakan, pihaknya meminta seluruh anggota FORTASBI dan petani sawit swadaya, untuk melakukan mitigasi terkait ancaman atas kebakaran kebun di tengah kemarau tahun 2026 ini.

“Dengan melakukan mitigasi, kita bisa mencegah kebakaran yang berdampak pada citra perkebunan kelapa sawit swadaya,” ujarnya.

Sutiyana meyakini, jika para petani sawit swadaya jika menerapkan prinsif dan kriteria dalam sertifikasi berkelanjutan, bisa meminimalkan atau bahkan tidak akan melakukan pembakaran di area perkebunan. Kondisi ini, diyakini akan mencegah kebun terbakar.

“Kuncinya adalah disiplin dalam pemantauan lahan serta menerapkan Good Agricultural Practices secara nyata dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Ia meyakini, para anggota FORTASBI sudah paham dan punya pengalaman dalam melakukan mitigasi kebakaran lahan saat kemarau panjang. Namun tetap, internal control control harus diterapkan.

“Mudah-mudahan dengan internal control tidak ada kebakaran di lahan sawit swadaya milik petani,” ungkapnya.

| Rekomendasi Untuk Anda