Kebun Jagung di Lahan Sawit

Tumpang Sari di Lahan Sawit Dengan Tanaman Pangan Diklaim Bakal Atasi Deforestasi

FORTASBI – Pemerintah mendorong pengusaha dan petani sawit untuk turut memproduksi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai di lahan sawit yang dimiliki dengan sistem tumpang sari guna membantu mewujudkan program swasembada pangan.

Sistem tersebut bisa dilakukan saat lahan sawit yang dimiliki sedang dilakukan peremajaan, sehingga sambil menunggu pohon tersebut berproduksi, bisa dilakukan penanaman tanaman pangan.

Di mana, potensi penambahan produksi pangan tersebut bisa diwujudkan mengingat Indonesia memiliki lahan sawit sebesar 17 juta hektare, sementara lahan baku sawah yakni hanya 7,4 juta hektare.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Sudarsono Soedomo menyatakan program tumpang sari lahan sawit dengan tanaman pangan yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bisa melindungi lingkungan dari deforestasi, sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Soal lingkungannya bisa jadi selesai. Sawitnya tumbuh lebih produktif, tidak membuka lahan baru,” ujar dia ditemui dalam acara Indonesia Palm Oil Conference di Badung, Bali, Jumat.

Ia menilai program ini bakal menjadi beleid yang efektif dalam melindungi hutan Indonesia dari deforestasi, sambil meningkatkan produktivitas sawit, serta memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo.

“Menolong lingkungan dalam pengertian lebih produktif, enggak membuka lahan baru,” katanya

Sudarsono mengatakan pemerintah perlu memperhatikan program tersebut agar tidak membebani, mengingat biaya produksi untuk melakukan tumpang sari tanaman pangan cukup tinggi.

Selain itu, ia juga ingin pemerintah memastikan penyerapan tanaman pangan hasil panen dari lahan sawit tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal.

| Rekomendasi Untuk Anda