FORTASBI – Mendorong dan meningkatkan kepatuhan petani sawit swadaya pada Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO, Tim ICS BUM Desa Berkah Mulya Jaya, turun lapangan untuk melakukan monitoring pekebun dan pekerja di lingkup audit sertifikasi RSPO, Selasa (28/5).
Manajer ICS BUM Desa BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi mengatakan, monitoring pekebun dan pekerja dilakukan oleh tim ICS dalam hal penggunaan APD yakni berupa helm dan sepatu, serta tingkat kematangan buah yang dipanen. Agar, pekebun patuh pada P & C RSPO.
“Tentu ini perlu dilakukan agar pekebun taat dan patuh pada prinsip dan ketentuan sertifikasi RSPO,” ujarnya.

Dalam monitoring ini, dilakukan secara acak kepada pekebun yang tengah menjalankan aktivitas kebun seperti panen. Tim terus mengimbau pekebun agar lebih memahami dan patuh akan P & C, seperti penggunaan APD dalam melakukan aktivitas kebun.
“Alhamdulillah, pekebun kami sudah memakai APD, berupa helm dan sepatu dimana organisasi telah menyediakan dan distribusikan APD kepada pekebun,” lanjutnya.
Selain monitoring panen, tim ICS juga melakukan pengecekan patok batas kebun. Di mana, pekebun sudah melakukan pemasangan patok batas.

Tak hanya monitoring kebun, tim melanjutkan penanaman bibit buah lokal dan pengecetan pokok sebagai penanda batas semprot atau chemical-free.
“Kami juga bersama pekebun dan pihak desa setempat melakukan penanaman pohon buah lokal di kebun petani yang berbatasan dengan sungai,”
Ia menegaskan, langkah ini ambil sebagai bagian edukasi terhadap pekebun kami akan pentingnya konservasi di wilayah NKT sempadan sungai.
BUM Desa Berkah Mulya Jaya mekar mulya akan melakukan audit penilikan 1 RSPO pada bulan juli mendatang, dengan total luasan 1500,03 hektar dengan total petani sebanyak 455. Di mana, 126 petani telah tersertifikasi RSPO pada audit tahun 2023 dengan didampingi oleh 2 perusahaan yakni PT Sawit Sumbermas Sarana dan PT Ecogreen Oleochemicals.
Lingkup sertifikasi RSPO BUM Desa Berkah Mulya Jaya mencangkup Desa Mekar Mulya, Bina Bhakti dan Purwareja. (*)















